TROBOS.CO | Setelah Allah menurunkan kitab suci kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih, muncul tiga golongan manusia dalam menyikapinya. Ketiganya memiliki kualitas iman yang berbeda, dan perbedaan itu menentukan bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari.
Golongan pertama adalah orang yang menzalimi diri sendiri. Mereka beriman kepada Al-Qur’an, namun masih gemar berbuat maksiat, seolah keimanan dan perbuatan dosa berjalan beriringan tanpa pernah benar-benar bertemu.
Tiga Golongan Penerima Al-Qur’an
Golongan kedua disebut sebagai golongan pertengahan. Jika ditimbang antara kebaikan dan keburukannya, bobot kebaikan mereka jauh lebih banyak, meski bukan berarti mereka luput sepenuhnya dari kekhilafan.
Adapun golongan ketiga adalah mereka yang senantiasa menyegerakan berbuat baik karena Allah. Golongan inilah yang paling beruntung, sebab insya Allah merekalah yang kelak ditempatkan di surga-Nya.
Sepuluh Sifat Calon Penghuni Surga
Ada sebuah buku yang secara khusus menjelaskan sifat-sifat calon penghuni surga. Sifat pertama adalah tawadhu atau rendah hati, jauh dari segala bentuk kesombongan yang bisa menutup pintu hidayah.
Sifat kedua adalah tawakal kepada Allah, yaitu berserah diri secara penuh setelah menempuh ikhtiar dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Sifat ketiga, lahirnya keyakinan penuh kepada kekuasaan Allah tanpa keraguan sedikit pun, bahwa Dia-lah yang mendesain kehidupan, menciptakan, mencukupi rezeki hamba-Nya, dan kelak akan memanggil kembali untuk meminta pertanggungjawaban.
Sifat keempat, patuh kepada Allah sebagaimana kepatuhan Nabi Ibrahim, sampai-sampai beliau mendapat gelar sebagai orang beriman yang qanitin, yakni taat secara penuh kepada Allah. Sifat kelima, gemar melakukan silaturahmi dengan menjalin hubungan baik sesama orang beriman dan sesama muslim.
Sifat keenam adalah memiliki tujuan hidup yang jelas, yaitu semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Sifat ketujuh, tidak mudah terpengaruh oleh bisikan yang mengajak berbuat dosa dan menyimpang dari jalan yang lurus.
Sifat kedelapan, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya. Sifat kesembilan, menjauhi perbuatan maksiat baik melalui mata, telinga, hidung, mulut, tangan, kaki, maupun hati, karena semua anggota tubuh itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Kecintaan Allah kepada Hamba yang Gemar Berinfak
Sifat kesepuluh, suka berinfak. Perbuatan ini sangat dicintai Allah, dan ketika seorang hamba sudah dicintai-Nya, maka balasannya sudah pasti adalah surga.
Sepuluh sifat ini bukan sekadar daftar yang perlu dihafal, melainkan cermin untuk menakar sejauh mana keimanan telah tumbuh dan berbuah dalam laku sehari-hari.
Suharyo – Pemerhati Masalah Sepele









