BAZNAS Lumajang Santuni 420 Yatim Dhuafa, Audit Raih Predikat WTP

banner 2560316

TROBOS.CO | Pendopo Kabupaten Lumajang dipadati ratusan anak yatim dhuafa pada Kamis, 9 Juli 2026. Sebanyak 420 anak dari 21 kecamatan hadir untuk menerima santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang, dalam salah satu rangkaian agenda yang cukup padat hari itu.

Setiap kecamatan mengirimkan 20 anak yatim dhuafa, masing-masing menerima santunan senilai Rp300.000. Namun kegiatan hari itu tidak berhenti di santunan semata. BAZNAS Lumajang sekaligus meluncurkan majalah BAZNAS edisi terbaru serta mendeklarasikan Gerakan Lumajang Bersedekah sebagai program lanjutan untuk memperluas jangkauan filantropi di tengah masyarakat.

Bupati Lumajang, Bunda Indah Amperawati, hadir langsung menyaksikan momen tersebut. Ia menyambut baik seluruh rangkaian kegiatan dan meminta agar santunan anak yatim semacam ini tidak berhenti di satu momen saja, melainkan dilakukan secara rutin setiap tahun, khususnya bertepatan dengan hari raya anak yatim di bulan Muharram.

BAZNAS Lumajang meluncurkan majalah terbaru sekaligus Gerakan Lumajang Bersedekah | Foto: Dok. BAZNAS Lumajang

Harapannya sederhana namun mendalam. Bupati Indah ingin agar anak-anak yatim yang hadir di Pendopo hari itu kelak tumbuh menjadi pribadi yang sukses, baik dari sisi pendidikan, karier, maupun kehidupan sosialnya kelak.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang, Drs. M. Nur Sjahid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN, tenaga P3K, dan pekerja paruh waktu di lingkup Pemkab Lumajang yang secara konsisten menyalurkan infaq dan sedekahnya melalui BAZNAS. “Dari merekalah anak-anak yatim ini bisa disantuni,” ujarnya.

Sebelum momen santunan ini digelar, BAZNAS Lumajang sebenarnya sudah lebih dulu menjalankan sejumlah kegiatan sosial lain, mulai dari layanan bersih-bersih telinga hingga khitanan massal yang digelar serentak di seluruh kecamatan.

Kinerja BAZNAS Lumajang rupanya juga mendapat pengakuan dari pihak eksternal. Tim Akuntan Publik Abib Basuni dan Rekan dari Jember menilai langkah-langkah inovatif yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Lumajang layak dijadikan contoh bagi lembaga serupa di Jawa Timur.

Penilaian itu bukan tanpa dasar. Menurut Prof. Dr. Alwan Sri Kustono, M.Si., CA., CPA., Asean CPA, ide-ide yang dijalankan BAZNAS Lumajang terbilang kreatif dan pengelolaannya terpercaya. Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih dalam hasil audit, menurutnya, adalah buah yang wajar dari pengelolaan semacam itu.

Di tengah masyarakat, harapan pun turut mengalir. Warga berharap program-program BAZNAS ke depan bisa terus menjangkau berbagai kebutuhan sosial lain, tidak hanya berhenti pada santunan dan layanan kesehatan yang sudah berjalan selama ini.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *