420 Anak Yatim Duafa Lumajang Dapat Santunan di Pendopo, Bupati Hadir

banner 2560316

TROBOS.CO | BAZNAS Lumajang kembali bersiap menggelar kegiatan kolosal. Sebanyak 420 anak yatim dan duafa dari seluruh penjuru Kabupaten Lumajang akan mendapatkan santunan dalam satu momen yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Lumajang pada 9 Juli 2026.

Kegiatan ini dijadwalkan dihadiri Bupati Lumajang, jajaran Forkopimda, serta undangan lainnya menjadikannya salah satu program sosial BAZNAS paling besar tahun ini.

Ketua BAZNAS Lumajang, Drs. M. Nur Sjahid, M.A., menjelaskan bahwa angka 420 anak bukanlah kebetulan. Dari pendataan yang dilakukan, masing-masing kecamatan diminta mengirimkan 20 anak, sehingga seluruh 21 kecamatan di Kabupaten Lumajang terwakili.

Untuk memastikan teknis pelaksanaan berjalan lancar, BAZNAS telah mengundang seluruh camat se-Kabupaten Lumajang membahas persiapan bersama. Respons para camat pun positif mereka menyatakan siap mendukung penuh acara yang dinilai sangat penting bagi anak-anak yatim dan duafa di wilayah masing-masing.

Santunan anak yatim ini datang hampir bersamaan dengan program besar lain yang juga sedang disiapkan BAZNAS Lumajang. Khitan massal sebanyak 200 anak dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Juni 2026, dipusatkan di 10 kecamatan secara serentak.

Dua program besar dalam waktu berdekatan ini mencerminkan intensitas program sosial BAZNAS Lumajang sepanjang pertengahan tahun 2026.

Sebelum dua agenda besar itu, BAZNAS Lumajang lebih dulu sukses menggelar kegiatan bersih-bersih telinga bekerja sama dengan dokter spesialis THT. Kegiatan yang diikuti 150 peserta dan dihadiri 40 dokter itu ternyata menarik perhatian jauh melampaui batas Lumajang.

Dokter dari berbagai daerah hadir menyaksikan langsung dari Malang, Pasuruan, Surabaya, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi. Lumajang menjadi tuan rumah yang mendapat sorotan.

Apresiasi mengalir dari berbagai pihak. Dr. Aliyah Hidayati, Sp. THT-KL, menyebutnya sebagai kegiatan yang sangat sukses. “Menyala BAZNAS,” ujarnya bersemangat.

Para peserta pun merasakan manfaatnya secara langsung. Gatot Sujono, peserta asal Pasirian, menilai kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat. Rivai, peserta dari Kota Lumajang, senada. “Saya merasa sangat terbantu,” ucapnya.

BAZNAS Lumajang rupanya belum berhenti di situ. Ke depan, lembaga zakat ini tengah merancang pemeriksaan kesehatan kulit sebagai program lanjutan. Waktu dan teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.

Satu program tuntas, satu program berjalan, satu program menyusul. Ritme kerja BAZNAS Lumajang tahun ini tampaknya tidak memberi banyak ruang untuk jeda.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *