TROBOS.CO | Pendopo Kabupaten Lumajang mulai dipadati anak-anak yatim dari 21 kecamatan sejak pukul 08.00 WIB, Kamis (9/7/2026) pagi. Mereka datang untuk mengikuti acara santunan yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang.
Tepat pukul 09.00 WIB, Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, dan sejumlah undangan lain memasuki Pendopo. Acara pun dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Dalam sambutannya, Bupati Indah meminta seluruh anak yatim yang hadir untuk giat belajar demi menyongsong masa depan yang lebih baik. “Anak-anak harus rajin belajar agar menjadi anak sukses di kemudian hari,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang, Drs. H. M. Nur Sjahid, menegaskan pentingnya anak yatim memiliki bekal ilmu agar kelak bisa meraih kesuksesan. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN, PPPK, dan pekerja paruh waktu di lingkungan Pemkab Lumajang yang telah menyalurkan infaq dan sedekahnya melalui BAZNAS.
“Santunan ini uangnya berasal dari para muzakki,” jelasnya, menegaskan bahwa dana yang disalurkan kepada anak-anak yatim hari itu merupakan hasil kepercayaan masyarakat yang menitipkan zakat, infaq, dan sedekahnya kepada lembaga tersebut.
Sesi motivasi menjadi salah satu momen yang paling dinanti dalam acara ini. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lumajang, Suharyo, SH, tampil memberikan penguatan mental kepada anak-anak yatim dengan menekankan lima bekal utama menuju kesuksesan.
Bekal pertama adalah iman. Suharyo mengingatkan bahwa iman sifatnya fluktuatif, bisa naik dan turun, sebagaimana ditegaskan dalam sabda Nabi Muhammad, “Al-imanu yazidu wa yanqusu” iman itu kadang bertambah, kadang berkurang.
Bekal kedua, ilmu yang luas dan mendalam. Ia mengingatkan bahwa orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah. Bekal ketiga adalah amal saleh, sekecil apa pun bentuknya. Suharyo mencontohkan senyum sebagai salah satu bentuk sedekah paling sederhana namun tetap bernilai kebaikan.
Bekal keempat, memiliki keahlian agar kelak bisa lebih bermanfaat di tengah masyarakat. Bekal kelima, memiliki jaringan yang luas agar mampu menangkap berbagai peluang yang datang.
Suharyo menegaskan bahwa status yatim bukanlah alasan untuk bersikap pesimis. Menurutnya, justru dengan posisi sebagai anak yatim, Allah membukakan pintu-pintu kesuksesan yang lebih luas. Ia mencontohkan sejumlah tokoh sukses di Lumajang yang berasal dari kalangan anak yatim, mulai dari yang kini menjabat camat hingga seorang purnawirawan berpangkat Mayor Jenderal.
“Maka jadilah anak yang selalu optimis, perbanyak doa agar dapat bahagia dunia akhirat,” pesannya menutup sesi motivasi pagi itu, meninggalkan semangat baru bagi ratusan anak yatim yang hadir di Pendopo Kabupaten Lumajang.
Tim Trobos.co









