TROBOS.CO | “Khitan itu tidak sakit. Seperti digigit semut kecil.” Kalimat itu meluncur ringan dari bibir Bupati Lumajang, Bunda Indah Amperawati, saat hadir langsung di tengah-tengah anak-anak yang tengah mengantre untuk dikhitan di Puskesmas Sumbersuko, Rabu, 24 Juni 2026.
Kehadiran Bupati bukan sekadar seremonial. Ia datang untuk memotivasi dan caranya cukup efektif. Anak-anak yang semula tampak tegang perlahan mencair, apalagi setelah sang Bupati menyelipkan uang saku tambahan ke tangan mereka sebagai hadiah keberanian.
Hari itu, khitan massal gelombang pertama yang digelar BAZNAS Kabupaten Lumajang bekerja sama dengan para camat dan puskesmas berlangsung serentak di lima kecamatan: Tempursari, Candipuro, Gucialit, Sumbersuko, dan Padang.

Jumlah anak yang dikhitan bervariasi di setiap wilayah. Sumbersuko menjadi lokasi dengan peserta terbanyak, yakni 27 anak. Candipuro mengirimkan 20 anak, disusul Tempursari dan Padang masing-masing 10 anak, serta Gucialit dengan 9 anak.
Setiap anak yang dikhitan mendapatkan uang saku dari BAZNAS Lumajang sebesar Rp350.000. Jumlah itu sudah cukup membuat mata anak-anak berbinar tapi di Kecamatan Sumbersuko, ada kejutan tambahan.
Kepala Desa Grati secara sukarela menambahkan uang saku Rp100.000 per anak untuk warganya yang ikut khitan massal. Sebuah gestur kecil yang maknanya tidak kecil dukungan nyata dari pemimpin desa untuk program sosial yang menyentuh langsung keluarga-keluarga di bawahnya.
Satu pemandangan yang membuat siapa pun tersenyum: sebagian besar anak-anak terlihat santai. Bahkan saat prosesi berlangsung, tidak sedikit yang tetap asyik bermain gawai seolah yang terjadi hanyalah urusan sepele.
Ketangguhan anak-anak Lumajang rupanya tidak perlu diragukan.
Khitan massal belum berhenti. Keesokan harinya, Kamis, giliran lima kecamatan lain bersiap. Randuagung akan mengkhitankan 25 anak, Rowokangkung 25 anak, Pronojiwo 24 anak, serta Pasirian dan Senduro masing-masing 20 anak. Total gelombang kedua mencapai 114 anak.
Jika dijumlahkan dengan gelombang pertama, BAZNAS Lumajang tengah menuntaskan komitmen besar: memastikan ratusan anak dari keluarga yang membutuhkan bisa menjalani khitan tanpa harus memikirkan biaya cukup berani, dan itu saja sudah lebih dari cukup.
Tim Trobos.co









