Alhamdulillah, Amanah Lima Tahun Itu Tunai Catatan Akhir Ketua ICMI Jatim

banner 2560316

TROBOS.CO | Setiap amanah, sejatinya, selalu bergerak menuju satu titik yang tak bisa dihindari: pertanggungjawaban. Bukan hanya pertanggungjawaban administratif di hadapan forum organisasi, tetapi juga pertanggungjawaban moral di hadapan hati nurani, dan pertanggungjawaban spiritual di hadapan Allah SWT.

Itulah yang paling terasa ketika saya menutup masa amanah sebagai Ketua ICMI Jawa Timur periode 2021–2026. Bukan perasaan selesai. Melainkan rasa syukur yang dalam, haru yang tenang, dan kesadaran bahwa perjalanan lima tahun ini sesungguhnya adalah perjalanan kebersamaan.

Pada Musyawarah Wilayah ICMI Jawa Timur, Sabtu, 4 Juli 2026, di Gedung Plaza Airlangga Universitas Airlangga Surabaya, laporan pertanggungjawaban kepengurusan yang saya pimpin resmi diterima oleh forum. Bagi saya, ini bukan sekadar keputusan organisasi. Ini adalah penanda bahwa amanah yang pernah dititipkan telah saya kembalikan melalui mekanisme yang semestinya.

Namun saya juga sadar tidak ada laporan yang benar-benar mampu memuat seluruh cerita. Seluruh kelelahan, kegelisahan, harapan, dan ikhtiar yang dijalani selama lima tahun terakhir tidak mungkin tertampung dalam dokumen mana pun.

Memimpin ICMI Jawa Timur pada kurun 2021–2026 bukan sekadar memimpin sebuah organisasi. Ia adalah upaya merawat rumah besar kaum cendekiawan Muslim agar tetap relevan di tengah zaman yang berubah cepat.

Lima tahun terakhir memang tidak ringan. Kita hidup di tengah sisa-sisa pandemi, ketidakpastian ekonomi, disrupsi teknologi, perubahan sosial yang begitu cepat, dan tantangan kebangsaan yang kian kompleks. Dalam situasi seperti itu, ICMI Jawa Timur berusaha tetap eksis bukan hanya sebagai organisasi penyelenggara kegiatan, tetapi sebagai ruang gagasan, ruang perjumpaan, ruang ikhtiar, dan ruang pengabdian.

Saya percaya organisasi seperti ICMI tidak boleh hanya sibuk dengan agenda seremonial. Ia harus menjadi rumah bagi pikiran-pikiran yang bekerja untuk umat menjembatani ilmu dengan pengabdian, intelektualitas dengan keberpihakan sosial, dan keislaman dengan tanggung jawab kebangsaan.

Apa yang dikerjakan selama lima tahun ini bukan hasil kerja satu orang. Tidak mungkin. Saya justru semakin yakin bahwa kepemimpinan pada dasarnya hanyalah cara untuk mengorkestrasi kebaikan banyak orang.

Karena itu, terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada seluruh anggota, pengurus, Dewan Pakar, dan Dewan Penasehat ICMI Jawa Timur periode 2021–2026. Kepada Ketua Umum ICMI Pusat beserta seluruh jajaran yang memberi dukungan dan kepercayaan. Kepada seluruh pengurus Organisasi Daerah di berbagai kabupaten dan kota Jawa Timur yang memastikan ICMI benar-benar hidup di daerah, menyentuh persoalan riil masyarakat.

Penghargaan yang sama saya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur Gubernur, Wakil Gubernur, dan seluruh jajaran yang selama ini membuka ruang sinergi dan kolaborasi. Juga kepada para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, kepada mitra-mitra strategis seperti Bank Jatim, Bank Jatim Syariah, dan BSI, serta kepada seluruh insan media yang dengan setia menjadi jembatan antara gagasan ICMI Jawa Timur dan ruang publik.

Lima tahun kepemimpinan ini tentu tidak hanya berisi keberhasilan. Ada program yang belum berjalan sejauh yang dicita-citakan. Ada gagasan yang belum sempat diwujudkan. Ada ekspektasi yang mungkin belum terjawab. Dan bisa jadi, ada langkah-langkah saya yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak.

Karena itu, dari hati yang tulus, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar ICMI Jawa Timur dan semua pihak yang pernah berjalan bersama. Jika ada tutur kata yang kurang berkenan, keputusan yang belum memuaskan, sikap yang melukai, atau kekurangan dalam memimpin saya memohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.

Saya ingin menutup refleksi ini dengan satu keyakinan: jabatan memang berakhir, tetapi pengabdian tidak boleh selesai. Kepengurusan boleh berganti, tetapi persaudaraan, silaturahim, dan ikhtiar untuk menebar manfaat harus tetap hidup.

Saya telah menutup satu amanah. Tetapi selama Allah masih memberi umur, kesehatan, dan kesempatan, pengabdian tidak pernah benar-benar pensiun. Hanya berganti bentuk, berganti ruang, dan mungkin berganti cara.

Yang harus dijaga adalah satu hal saja: jangan sampai semangat untuk memberi manfaat ikut berhenti ketika jabatan selesai.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ulul Albab

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *