Spirit Hijrah 1 Muharram 1448 H, Lumajang Gelar Ngaji Bareng Seribu Peserta

banner 2560316

TROBOS.CO | Alun-alun Lumajang menjadi lautan jamaah pada Selasa, 16 Juni 2026. Sekitar seribu peserta memadati lokasi untuk mengikuti Ngaji Bareng yang diselenggarakan Yayasan Bahrus Syifa dalam rangka menyongsong Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Acara yang mengangkat tema “Meraih Keberkahan Al-Qur’an dengan Spirit Hijrah 1 Muharram” ini dihadiri Bupati Lumajang Bunda Indah Amperawati, jajaran Forkopimda, kepala dinas, kabag, perwakilan Kementerian Agama, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Yayasan Bahrus Syifa, Ust. Ir. Imam Suryadi, menjelaskan bahwa kegiatan Ngaji Bareng ini digelar sebagai upaya meraih keberkahan Al-Qur’an sekaligus menghidupkan spirit hijrah demi kebaikan seluruh warga Kabupaten Lumajang.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah turut menyukseskan acara tersebut, mulai dari peserta, panitia, hingga para tamu undangan yang hadir dari berbagai elemen masyarakat.

Di hadapan seribu jamaah, Bupati Lumajang Bunda Indah Amperawati menyampaikan komitmen tegas yang langsung menyita perhatian. Ia berjanji akan memberantas peredaran minuman keras (miras) yang selama ini dianggap menjadi penyakit masyarakat.

“Saya akan terus berantas toko penjual miras itu karena merugikan masyarakat,” tegasnya. Bupati mengaku telah melakukan pemeriksaan langsung ke sejumlah toko penjual miras dan menemukan bahwa rata-rata tidak memiliki izin usaha.

Menariknya, Bunda Indah mengungkapkan tekadnya bahkan dalam kondisi seandainya tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak. “Saya terus berjuang walau harus melakukan sendirian,” ujarnya. Namun ia bersyukur karena Forkopimda menunjukkan soliditas penuh. “Saya bersama Kapolres, Dandim, dan Forkopimda lainnya sudah sepakat memberantas miras,” tambahnya.

Bupati juga mengungkapkan fakta mengkhawatirkan soal kadar alkohol pada miras yang beredar. Sebagian di antaranya mengandung kadar alkohol lebih dari 9 persen, bahkan ada yang jauh melampaui angka itu. “Ini sangat mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Dalam momen yang sarat nuansa spiritual itu, Bunda Indah pun meminta doa dari para penghafal dan pecinta Al-Qur’an yang hadir. “Tolong kami didoakan agar bisa memberantas penjualan miras, agar kelak tidak kena pertanyaan akhirat,” ucapnya.

Usai khataman Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan tausiyah dan ditutup dengan doa kebangsaan yang dipimpin oleh KH. Achmad Fatchillah, Lc., M.A., Pengasuh Pondok Pesantren Bahrus Syifa. Doa yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Lumajang dan terasa mengena di hati para peserta yang hadir.

Dalam tausiyahnya, mantan Wakil Ketua MUI Lumajang sekaligus Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lumajang, Ust. Suharyo, mengutip pandangan ulama besar Dr. Yusuf Qardawi tentang lima kewajiban umat Islam.

Pertama, umat Islam wajib mengilmui Al-Qur’an secara luas dan mendalam. Suharyo menegaskan bahwa tidak ada kata tua dan tidak ada kata terlambat untuk terus belajar tentang Islam. Kedua, menghayati ajaran agama agar beragama tidak terasa kering. Ia mencontohkan makna bersedekap dalam salat yang mengandung pesan mendalam, bahwa setiap manusia kelak akan bersedekap pula ketika diantar menuju peristirahatan terakhir.

Ketiga, mengamalkan ajaran agama secara sungguh-sungguh, ikhlas, dan istiqomah. “Beragama tidak boleh setengah-setengah, apalagi santai-santai. Kita harus serius dan istiqomah,” ujar Suharyo. Keempat, mendakwahkan Islam kepada orang lain, karena banyak orang membutuhkan penjelasan, ilmu, dan keteladanan dari mereka yang lebih berilmu. Kelima, membela Islam ketika ada pihak yang berusaha mengotori kemurnian ajarannya.

Dari alun-alun Lumajang malam itu, seribu suara berpadu dalam lantunan ayat suci, membawa satu doa yang sama: semoga tahun baru Islam membawa hijrah nyata, bukan hanya dalam kalender, tetapi dalam setiap langkah kehidupan.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *