Syifa Alfina Sangila, Qoriah Cilik Lumajang Juara MTQ Golongan Anak

banner 2560316

TROBOS.CO | Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang digelar di Pendapa Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/7/2026) lalu, memunculkan sederet bakat qori dan qoriah muda berbakat. Salah satunya adalah Syifa Alfina Sangila, 9, yang berhasil memenangi cabang tilawah golongan anak-anak.

Lahir di Desa Petahunan, Kecamatan Sukodono, pada 24 Desember 2017, Syifa, sapaan akrabnya, sudah menunjukkan bakat tilawahnya sejak duduk di bangku PAUD. Ia kerap tampil dengan penuh keberanian membaca tartil hingga qiroah berlagu di depan kawan-kawan seusianya.

“Dia pede dan tidak takut,” ujar Tosa, sang ayah.

Bakat Syifa kian tampak seiring bertambahnya usia. Berbagai lomba MTQ, mulai tingkat kampung hingga kabupaten, bahkan hingga luar kota, kerap ia ikuti. Hasilnya tentu tak selalu manis, terkadang berhasil, tak jarang pula harus menerima kekalahan.

“Namanya saja lomba. Ada yang menang, ada pula yang kalah,” tambah Tosa.

Meski belum pernah menyabet gelar juara satu di setiap ajang, bukan berarti Syifa gagal total. Anak pertama dari tiga bersaudara ini biasanya masih pulang membawa gelar juara dua, tiga, atau setidaknya juara harapan.

Potensi dan bakat Syifa ternyata bukan kebetulan semata. Sang ibu, Mutaqilah, rupanya juga merupakan seorang qoriah di masanya. Begitu pula Tosa, sang ayah, pernah menjadi juara MTQ golongan remaja pada era 1980-an. Artinya, Syifa memang terlahir dari darah pecinta seni baca Al-Qur’an.

Beberapa pengalaman lomba yang pernah diikuti Syifa antara lain lomba tartil tingkat kabupaten hingga tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Jombang.

Selain aktif mengikuti lomba, siswi kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah ini juga rajin menghadiri acara keagamaan bersama kedua orang tuanya. Salah satunya adalah pertemuan rutin Ahad Legi, jamiyatul qurra atau Jamqur, yakni majelis rutin yang dihadiri para pembina qiroah se-Lumajang.

Dalam acara bulanan tersebut, Syifa biasanya diberi kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya. Berkat keberaniannya yang tanpa rasa grogi, ia langsung melantunkan beberapa ayat dengan suara merdunya, hingga tak jarang para sami’in memberikan saweran sekadar untuk menambah semangat sang bocah cilik.

Selain belajar langsung dari kedua orang tuanya, terutama sang ibu, Syifa juga dibimbing oleh Ustadzah Lilis Rukmayanti. Ia juga kerap diajak sowan ke beberapa guru qiroah lain untuk memperdalam ilmunya.

Tak hanya belajar secara langsung, Syifa juga rutin diperdengarkan bacaan para qori dan qoriah terkenal melalui kaset maupun video. Dari sanalah, ia perlahan semakin memahami dan mendalami berbagai lagu serta teknik baca qiroah.

Sebagai qoriah cilik berbakat, Syifa mengaku memiliki cita-cita besar untuk menjadi qoriah kelas nasional, bahkan internasional. Salah satu sosok yang menjadi favorit sekaligus inspirasinya adalah qoriah internasional asal Jakarta, Nur Hasanah.

Dengan segudang pengalaman dan bimbingan yang telah ia tempuh sejak usia dini, langkah Syifa untuk melaju ke MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur kini bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang siap ia perjuangkan.

Shodiq Syarif

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *