TROBOS.CO | Orang tua wajib menyadari satu hal: anak yang pulang hari ini bukan lagi anak yang sama seperti tiga tahun lalu. Mereka telah berkembang lebih dewasa, lebih mandiri, dan harus diperlakukan sesuai kondisi mereka yang baru.
Pesan itu disampaikan Suharyo dalam acara pelepasan siswa kelas IX MTs Muhammadiyah (MTsM) Ledokpuro, Randuagung, Lumajang, Sabtu (6/5).
“Anak telah dilepas oleh sekolah. Artinya mereka sudah lebih dewasa dari sebelumnya. Antarkan mereka menuju masa depan dengan doa,” tegasnya.
Lebih jauh, Suharyo menjelaskan bahwa sistem pendidikan nasional bertumpu pada lima unsur yang saling terkait dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri.
Pertama, kurikulum. Kurikulum adalah rumusan tujuan pendidikan. Di lembaga Muhammadiyah, kurikulum dirancang jelas dan terukur mencetak anak yang berkarakter, agamis, dan berilmu luas.
Kedua, anak didik. Generasi sekarang berkembang pesat seiring usia dan kemajuan teknologi. Suharyo bahkan menyebut fenomena menarik: tak jarang murid lebih mahir soal IT dibanding guru dan orang tuanya sendiri.
“Bisa jadi murid lebih maju ketimbang orang tua dan gurunya dalam soal IT,” ujarnya.
Di era serba digital ini, siswa pun lebih sering bertanya kepada mesin pencari ketimbang guru yang kadang membutuhkan waktu lama untuk menjawab. Ini menjadi tantangan nyata bagi dunia pendidikan.
Ketiga, sarana dan prasarana. Sekolah yang maju ditopang oleh sarpras yang memadai. Fasilitas yang lengkap membantu siswa mengembangkan kecerdasan secara optimal.
Keempat, wali murid. Orang tua bukan sekadar pengantar anak ke sekolah. Mereka perlu dilibatkan dalam menyusun rencana besar lembaga agar turut mendukung visi dan kebutuhan sekolah.
“Orang tua menitipkan anak ke sekolah dengan kepercayaan penuh. Amanah itu hendaknya ditunaikan sebaik-baiknya oleh guru,” pesan Suharyo.
Kelima, guru. Inilah unsur yang Suharyo sebut sebagai kunci utama. Guru harus menjadi teladan dalam penampilan, ilmu, akhlak, maupun perilaku sehari-hari. Ia juga dituntut terus memperbarui pengetahuannya agar tidak tertinggal zaman.
“Guru yang baik merupakan kunci keberhasilan lembaga pendidikan,” tegasnya. (red)
Tim TROBOS.CO









