TROBOS.CO | Dari 18 orang yang mengikuti seleksi, hanya 10 yang berhasil melewati uji kompetensi sebagai anggota BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Lumajang. Proses seleksi yang ketat ini membuktikan bahwa BAZNAS Lumajang tidak sembarangan dalam merekrut personel yang akan terjun langsung di lapangan saat bencana melanda.
Kesepuluh anggota baru itu adalah Hailin Miftahul, M. Efendi, Hauwin Eka, M. Bima Novaldy, Rahmat, Miqdad Faradisi, Ali Usman, Ismail, Titin, dan Slamet Riyadi. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan, mulai dari Kecamatan Lumajang, Candipuro, hingga Yosowilangun.
Meski pelantikan resmi belum digelar, para anggota baru ini tidak menunggu tanpa kerja. Sambil menantikan prosesi pelantikan, mereka sudah mendapat penugasan untuk mendukung kegiatan-kegiatan BAZNAS Lumajang.
Salah satu tugas perdana yang mereka emban adalah ikut menyukseskan kegiatan bersih-bersih telinga yang diikuti 150 orang, Sabtu, 20 Juni 2026. Sebuah aksi sederhana, tapi menjadi bukti nyata bahwa semangat mereka tidak perlu menunggu jabatan resmi untuk mulai bekerja.
Para anggota BTB Lumajang ini menyatakan komitmennya untuk bekerja semaksimal mungkin mendukung program-program yang telah dicanangkan pimpinan BAZNAS Lumajang. Mereka siap diturunkan ke berbagai kegiatan sosial maupun kebencanaan kapan pun dibutuhkan.
Keberagaman asal kecamatan para anggota dinilai menjadi kekuatan tersendiri. Dengan jaringan yang tersebar, respons terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Lumajang diharapkan bisa lebih cepat dan efektif.
Kini, sembari menunggu pelantikan, mereka telah menapaki langkah pertama dan rupanya langkah itu sudah dimulai jauh sebelum nama mereka resmi tersemat di sebuah seragam.
Tim Trobos.co









