“Allah Sogih Nak!” Tangis Syukur Hamidah Saat Terima Kursi Roda dari BAZNAS Lumajang

banner 2560316

TROBOS.CO | Kadang, ucapan syukur tak harus menunggu rezeki yang besar. Bagi Hamidah (60), warga Desa Tekung, Kecamatan Tekung, Lumajang, sebuah kursi roda sudah cukup untuk membuat air matanya mengalir dan bibirnya tak berhenti menyebut nama Allah.

Perempuan berlogat Madura itu berkali-kali mengucap syukur ketika staf BAZNAS Lumajang membantu mengangkat anaknya, Adi Suprato (26), dari atas kasur dan mendudukkannya di kursi roda baru yang baru saja diserahkan. “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allah Sogih Nak!” serunya kepada sang anak, sebuah ungkapan yang dalam bahasa Madura berarti: Allah Maha Kaya.

Sebelum kursi roda baru itu tiba, pemandangan di sudut kamar Hamidah sudah bercerita banyak. Di samping Adi yang sedang berbaring, tampak sebuah kursi roda usang dengan bantalan kursi dari kain sarung bekas. Lebih menyentuh lagi, bagian yang sudah patah itu dililit dengan potongan karet ban bekas mobil.

“Ini dililit karet ban bekas, karena sudah patah,” kata Hamidah lugas, tanpa mengeluh, seolah sudah sangat terbiasa dengan segala keterbatasan itu.

Adi menderita disabilitas sejak lahir. Selain tidak bisa berjalan dan mengandalkan kursi roda, ia juga mengalami gangguan mental. Hamidah, yang merawatnya seorang diri, mengusap air liur yang hampir setiap saat menetes dari mulut sang anak dengan tangan yang tak pernah mengeluh.

“Sejak lahir sudah kayak begini keadaan Adi, Pak,” ujarnya pelan.

Ketika kursi roda baru itu akhirnya hadir, Hamidah tak kuasa menahan rasa harunya. Di hadapan petugas BAZNAS, ia mengaku tak menyangka masih banyak orang yang menaruh perhatian pada kondisi anaknya.

“Ternyata masih banyak orang yang neser sama Adi. Allahu Akbar,” katanya, mengulang kata kebesaran Allah berkali-kali. Kata “neser” dalam bahasa Madura berarti kasihan atau berbelas kasih.

Wakil Ketua II BAZNAS Lumajang Bidang Pendistribusian, H. Suharyo, menjelaskan bahwa pemberian kursi roda ini merupakan bagian kecil dari program yang lebih besar. “Pendistribusian kursi roda ini bagian kecil dari Program Lumajang Sehat,” katanya.

Suharyo menambahkan, saat ini BAZNAS Lumajang memiliki lima program yang terus berkembang dan mendapat respons besar dari masyarakat. Kelima program tersebut adalah Lumajang Sehat, Lumajang Cerdas, Lumajang Makmur, Lumajang Peduli, dan Lumajang Taqwa.

“Semua program itu menunjukkan tren yang sangat signifikan. Artinya, banyak warga yang membutuhkannya,” jelasnya.

Di rumah kecil di Desa Tekung itu, Adi kini duduk lebih tegak di atas kursi roda barunya. Dan Hamidah, yang selama bertahun-tahun setia merawat dengan segala keterbatasan, hari itu kembali membuktikan bahwa syukur yang paling tulus justru lahir dari hati yang paling sederhana.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *