Duduk Sejenak Lupakan Dunia: Doa Malam Jadi Jalan Keluar Terbaik

banner 2560316

TROBOS.CO | Kebanyakan orang mengaku sibuk. Tidak punya waktu untuk duduk diam sejenak. Dan justru karena terlalu sibuk itulah, mereka lupa lupa bertanya pada diri sendiri tentang hal yang paling penting: sudahkah kita benar-benar dekat dengan Allah?

Duduk. Sejenak saja. Lupakan urusan dunia.

Duduk berdzikir baik bersila, iftirasy, maupun bersandar adalah amalan mengingat Allah yang sangat dianjurkan. Ia paling utama dilakukan setelah salat maupun dalam majelis ilmu.

Tapi orang yang tidak pernah meluangkan waktu untuk ini biasanya juga tidak sempat mengevaluasi dirinya sendiri. Tidak sempat bertanya: seberapa dekat saya dengan Allah hari ini?

Untuk sampai ke sana, dibutuhkan latihan yang serius. Bahkan jika belum terbiasa, paksakan diri karena kebiasaan baik tidak datang tanpa perjuangan.

Langkahnya dimulai dari hal yang sederhana. Bangunlah di sepertiga malam terakhir saat dunia sedang lelap, saat keheningan benar-benar hadir.

Basuh wajah dengan air wudhu. Hayati setiap tetesnya. Rasakan saat menyebut nama Allah dalam doa selesai wudhu: “Ya Allah, jadikan kami sebagai orang yang senang bertaubat dan senang mensucikan lahir batin.”

Hamparkan sajadah. Berdiri tegak. Fokuskan seluruh kesadaran hanya kepada Allah. Lalu ucapkan dengan penuh makna: “Allahu Akbar.”

Sadari sepenuhnya bahwa setiap gerakan itu berdiri, rukuk, sujud dilakukan di hadapan Allah Yang Maha Besar. Bukan gerakan biasa. Bukan rutinitas kosong.

Semua bacaan dalam salat itu menggetarkan jika kita mau meresapinya. Ia menyadarkan bahwa diri ini penuh keterbatasan, sementara Allah tidak terbatas oleh apapun.

Setelah salam, angkat tangan tinggi-tinggi. Berdoalah dengan penuh kelembutan bukan sekadar hafalan yang dilafalkan tanpa rasa. Tapi doa yang benar-benar meminta, benar-benar memohon, dari lubuk hati yang paling dalam.

Di keheningan malam itu, curahan hati kepada Allah tidak perlu diucapkan dengan suara keras. Tapi di dalam hati teriaklah sekeras-kerasnya.

Keluarkan semua yang mengganjal. Semua yang menggundahkan. Semua persoalan yang selama ini terasa berat. Kalau perlu, sertailah dengan tetes air mata air mata penuh harap, penyesalan, dan permohonan ampun yang tulus.

Di situlah pertemuan itu terjadi. Khalik dengan makhluk. Pencipta dengan yang dicipta. Manusia yang penuh kelemahan berhadapan langsung dengan Allah Yang Maha Kuat.

Semua persoalan diutarakan. Dan insya Allah Allah akan memberikan jalan keluar yang terbaik.

Hasil akhirnya, persoalan dalam hidup menjadi beres. Bukan karena kita yang hebat. Tapi karena kita mau menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Menyelesaikan. *

Suharyo, Pemerhati Masalah Sepele

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *