4 Sapi Kurban Sudah Terkumpul di Masjid Al Mujtahidin Kalisat, Siapa Menyusul?

banner 2560316

TROBOS.CO | Semangat berkurban di lingkungan Masjid Al Mujtahidin Kalisat, Jember, patut diacungi jempol. Belum lagi memasuki bulan Dzulhijjah, sudah empat ekor sapi yang siap disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Dan panitia masih membuka pendaftaran. Pintu untuk ikut berkurban belum ditutup.

Hal itu disampaikan Ketua PC Muhammadiyah Kalisat, Ustaz Holik Rustam, SH, kepada Trobos.co, Ahad (3/5/2026), sesaat sebelum pengajian Ahad pagi dimulai di masjid tersebut.

Ketua Panitia Salat Idul Adha, Ustaz H. Anwari, mengaku bersyukur atas respons warga persyarikatan yang begitu antusias dalam menyambut ibadah kurban tahun ini.

“Alhamdulillah sampai detik ini sudah terkumpul 4 ekor lembu dan insya Allah bisa tambah,” ujarnya.

Persiapan penampungan hewan kurban ini diumumkan langsung dalam forum pengajian Ahad pagi agar informasi menjangkau seluruh jamaah. Panitia menghimbau bagi yang berniat berkurban agar segera mendaftarkan diri sebelum batas waktu yang ditentukan.

Pengajian Ahad pagi itu tidak hanya membahas soal persiapan kurban. Ada tausiyah yang menjadi isi utama pertemuan disampaikan oleh Penasihat PD Muhammadiyah Kabupaten Lumajang, H. Suharyo.

Ia mengajak jamaah merenungkan satu pertanyaan mendasar: apa yang membuat seorang hamba dicintai oleh Allah?

“Kita ini makhluk. Di atas kita ada Allah. Kita harus selalu mendekatkan diri dengan Allah dengan memiliki karakteristik yang baik agar dicintai-Nya,” jelasnya membuka tausiyah.

Suharyo kemudian memaparkan empat karakteristik manusia yang dicintai Allah.

Pertama, menjadi orang yang suka bertaubat. Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari salah, khilaf, dan dosa. Tapi dengan bertaubat dan Allah mengampuninya semua itu menjadi bersih kembali.

Kedua, memiliki karakter suka berbuat baik. Ini mencakup kebiasaan berinfak dan bersedekah, kemampuan menahan amarah, serta menjadi pribadi yang mudah memaafkan orang lain.

Ketiga, menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah. Menurut Nabi SAW, takwa adalah takut kepada Allah dan takut berbuat maksiat pesan yang selalu diulang para khatib setiap Jumat, namun tak pernah kehilangan relevansinya.

Keempat, menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Nabi SAW menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain.

“Masih banyak karakter lain yang perlu kita pahami. Dengan banyak mengetahui karakter yang dicintai Allah, kita akan berupaya menyesuaikan diri,” pungkas Suharyo menutup tausiyahnya.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *