Kolaborasi PCM/PCA Tekung dan Yosowilangun Gelar Halal Bihalal Unik di Pantai Selatan

banner 2560316

TROBOS.CO | Tidak biasa. Halal bihalal bertempat di Pantai Mbah Drajit, Wotgalih. Inisiatornya PCM/PCA Tekung berkolaborasi dengan PCM/PCA Yosowilangun.

Pada Ahad, 19 April 2026 pagi, undangan mulai berdatangan. Ternyata di luar perkiraan: membludak. Mereka berkumpul di lahan parkir mobil yang luas.

Anak-anak TK plus wali murid, ortom Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan yang lain memeriahkan acara tersebut.

Menariknya, semua peserta dianjurkan membawa konsumsi sendiri-sendiri. Agak ngetren, halal bihalal mandiri, namanya.

Ketua PCA Yosowilangun, Hj. Tukiyahwati, S.Pd. , menyambut baik kehadiran tamu baik dari Yosowilangun maupun dari Tekung.

Ketua PCA Tekung, Tutik Nur Intarti, S.Pd. , sangat senang. Ia berharap acara serupa tahun depan diadakan di alam bebas. Untuk mewujudkan halal bihalal tahun ini, ia mengaku beberapa kali berkoordinasi dengan PRA Kraton.

Begitu juga Hj. Tukiyawati berharap acara serupa dilaksanakan kembali di tahun mendatang.

Ketua PCM Tekung, Habib Muttaqin , mengaku senang dengan pelaksanaan acara tersebut. Menurutnya, halal bihalal di alam bebas sangat positif.

“Setidaknya ada kebersamaan sesama warga persyarikatan,” ujarnya.

Sebelum acara resmi dimulai, anak-anak TK tampil membawakan tari-tarian dan hafalan Al-Qur’an dari TK ABA 05 Wotgalih dan TK ABA 02 Tekung. Sebelum itu, semua undangan ikut senam sampai berkeringat.

Rangkaian seremonial dimulai dengan tilawah Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars Muhammadiyah, dan mars Aisyiyah.

Terasa beda menyanyikan lagu kebangsaan dan kedua mars tersebut karena di alam bebas. Memang, acara tersebut sambil tadabur alam sehingga punya kesan tersendiri.

Penasihat PDM Lumajang, H. Suharyo AP, SH , sebelum menguraikan materi halal bihalal, merespon acara tersebut sangat bagus.

“Saya tertarik pelaksanaan halal bihalal di alam bebas. Ini akan saya usulkan ke PDM agar halal bihalal tahun depan dilaksanakan di tempat ini,” ujarnya.

Suharyo juga menyampaikan berbagai informasi tentang perkembangan persyarikatan Muhammadiyah.

“Organisasi kita tidak pernah berhenti bergerak dan menambah amal usaha serta hal lain,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, Muhammadiyah sedang membangun pabrik infus melalui PT Suryavena Farma Indonesia di Mojokerto. Infonya menggunakan teknologi Italia untuk memproduksi cairan infus. Proyek ini bertujuan memperkuat kemandirian industri kesehatan, dengan target operasional pada 2028 untuk memenuhi kebutuhan RS PKU Muhammadiyah.

Selain itu, anak-anak SMK Muhammadiyah Solo juga memproduksi mobil listrik. “Ini prestasi yang luar biasa,” jelasnya.

Maka warga persyarikatan tidak boleh diam tidak melakukan apa-apa. Khusus di Kabupaten Lumajang, Muhammadiyah memproduksi air mineral bernama Al Fajar.

Tahap awal, air mineral dikonsumsi kalangan sendiri dan nanti akan dikembangkan dengan jangkauan lebih luas.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *