TROBOS.CO | LUMAJANG – Deru mesin motor dan semangat ukhuwah kembali akan menggema di Tulungagung. Kopdargab VI BikersMu Korwil Jawa Timur resmi dijadwalkan pada 9–10 Mei 2026 — dan BikersMu Chapter Lumajang sudah bersiap penuh untuk hadir.
Ajang tahunan ini bukan sekadar pertemuan komunitas roda dua. Ia adalah ruang silaturahmi, persaudaraan, sekaligus penguat semangat dakwah sebagaimana moto BikersMu yang sudah lama melekat: “Melaju Bersama Dakwah.”
Chapter yang Tak Pernah Absen
BikersMu Chapter Lumajang tercatat sebagai salah satu chapter paling setia di Korwil Jawa Timur. Tidak satu pun gelaran Kopdargab yang mereka lewatkan.
Bahkan, Lumajang pernah menjadi tuan rumah pada Kopdargab IV — dan sukses menyelenggarakannya dengan penuh kebanggaan. Kehadiran chapter ini selalu membawa warna tersendiri, bukan hanya karena kekompakan rombongannya, tapi karena semangat dakwah yang konsisten mereka bawa di setiap perjalanan.
Penghargaan pun bukan hal asing bagi mereka. Hampir di setiap Kopdargab, BikersMu Lumajang selalu pulang membawa trofi.
Supardi: 75 Tahun, Masih Melaju
Tapi di antara semua penghargaan itu, ada satu yang paling membekas — dan paling membuat bangga.
Supardi, pembina BikersMu Chapter Lumajang sekaligus Ketua PCM Senduro, selama ini menjadi langganan meraih penghargaan kategori peserta tertua. Di usia 75 tahun, ia masih tangguh membelah jalanan, melewati berbagai rute dan medan yang tidak mudah, dengan motor tuanya yang setia menemani.
Sosoknya bukan sekadar peserta tertua. Ia adalah bukti hidup bahwa dakwah tidak mengenal batas usia — selama hati masih menyala untuk berjuang di jalan kebaikan.
Sayangnya, tahun ini Pak Supardi harus absen dari Kopdargab VI. Kesibukannya sebagai Ketua PCM Senduro memaksanya melewatkan pertemuan yang selama ini selalu ia nantikan. Tapi energinya tetap hidup di tengah para anggota. Namanya disebut, semangatnya terasa.
24 Personel, Satu Tekad
Tahun ini, BikersMu Chapter Lumajang berangkat dengan kekuatan lebih dari 24 personel. Bukan yang terbesar secara jumlah, tapi yang paling bulat tekadnya.
Target membawa pulang penghargaan kategori peserta terbanyak menjadi motivasi tersendiri. Tapi jauh lebih dari itu — keikutsertaan mereka adalah penegasan bahwa komunitas motor bisa menjadi sarana dakwah yang nyata, hangat, dan menyejukkan.
Di balik deru mesin dan panjangnya perjalanan menuju Tulungagung, ada persaudaraan yang terus diperkuat. Ada ajakan menuju kebaikan yang terus dibawa. Dan ada semangat yang tidak pernah padam — untuk terus melaju bersama dakwah.
Nugroho Dwi Atmoko









