Tunggu 10 Tahun demi Keluarga, Asisten Bupati Lumajang Berangkat Haji

banner 2560316

TROBOS.CO | LUMAJANG – Ada yang berbeda dari perjalanan haji dr Halimi Maksum. Bukan sekadar menunaikan rukun Islam kelima tapi sebuah perjalanan yang sudah ia tunggu selama sepuluh tahun, demi bisa berangkat bersama orang-orang yang paling ia cintai.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lumajang itu dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 22 Mei 2026, bersama sang istri dan kedua anaknya.

Sepuluh Tahun Menunggu, Demi Satu Alasan

Ceritanya bermula dari sebuah peraturan yang kini sudah berubah. Dulu, usia minimal untuk menunaikan ibadah haji adalah 17 tahun. Saat giliran dr Halimi tiba, salah satu putranya belum mencapai usia itu.

Ia memilih menunggu. Bukan karena tidak rindu Tanah Suci, tapi karena ia ingin perjalanan ibadah yang paling mulia itu dilakukan bersama tidak ada yang tertinggal.

Sepuluh tahun berlalu. Kini, dengan peraturan yang telah berubah usia 13 tahun sudah diperbolehkan berangkat haji dr Halimi dan keluarganya akhirnya bisa melangkah bersama menuju Baitullah.

Pamit kepada Bunda Indah di Pendopo

Sebelum berangkat, dr Halimi yang juga mantan Direktur RSUD Dr. Haryoto Lumajang ini menyempatkan diri berpamitan kepada Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati di Pendopo Kabupaten.

Bunda Indah menyambut pamitan itu dengan doa yang tulus semoga perjalanan ibadah haji berjalan lancar dan kembali dengan predikat haji mabrur.

Undang Muhammadiyah, Minta Doa Restu

Sebagai ungkapan syukur atas rencana keberangkatannya, dr Halimi mengundang Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam sebuah pertemuan khusus. Di sana, ia memohon doa restu agar perjalanannya selamat dan ibadah hajinya berjalan dengan lancar.

Penasihat PD Muhammadiyah Lumajang, Suharyo AP, tidak melewatkan kesempatan itu untuk menitipkan pesan yang penting.

“Banyak orang menyesal karena selama di Tanah Suci tidak maksimal ibadahnya,” tegasnya.

Ia berpesan agar selama di Tanah Suci, fokus sepenuhnya pada ibadah. Sebelum rukun dan kewajiban haji selesai ditunaikan, jangan biarkan pikiran tersita oleh hal-hal lain termasuk sibuk belanja atau sekadar rekreasi.

Pesan yang sederhana, tapi sering kali sulit dipraktikkan di tengah godaan hiruk-pikuk Tanah Suci.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *