Dua Hal yang Tak Berubah: Arah Kiblat dan Hati Ibu

banner 2560316

TROBOS.CO | Di dunia yang terus berubah di mana orang berubah, situasi berubah, bahkan keyakinan pun bisa goyah ada dua hal yang tidak pernah benar-benar bergeser.

Pertama, arah kiblat. Tempat kita menata niat, mengarahkan doa, dan kembali kepada Allah.

Kedua, hati seorang ibu. Tempat seorang anak kembali dari segala lelah dan jatuhnya.

Hati ibu itu memang aneh dalam pengertian yang paling indah.

Walau disakiti, ia tetap mendoakan. Walau dilupakan, ia tetap merindukan. Walau tidak dibalas sayang, ia tetap memberi tanpa perhitungan. Tanpa batas. Tanpa syarat.

Seberapa jauh seorang anak pergi, seberapa sering ia sibuk mengejar dunianya, seberapa keras kehidupan membentuk dan mengubahnya hati ibunya tetap sama. Lembut. Luas. Dan penuh maaf yang entah dari mana datangnya, tapi tak pernah ada ujungnya.

Kita kadang lupa menghargai hal yang paling setia dalam hidup ini.

Ada banyak hal yang tidak pernah diceritakan seorang ibu. Lelahnya disimpan sendiri. Sakitnya ditahan agar tidak menjadi beban. Khawatirnya dijaga agar anak tak merasa bersalah.

Tapi di balik semua diam itu, ada satu hal yang tidak pernah berhenti: doanya. Setiap hari, tanpa absen, tanpa menunggu diminta ada nama kita yang ia sebut dalam doa-doanya, naik ke langit hanya demi kebahagiaan kita.

Kita mungkin tidak selalu menyadarinya. Tapi doa itu nyata. Dan ia terus mengalir.

Jika arah kiblat adalah pengingat untuk kembali kepada Allah untuk menyadari bahwa kita ini kecil, dan hanya kepada-Nya tempat kembali maka hati ibu adalah pengingat untuk kembali menjadi manusia yang penuh kasih.

Pengingat bahwa di tengah kerasnya dunia, kelembutan tetap bisa ada. Bahwa mencintai tanpa syarat itu bukan hanya cerita kita pernah menyaksikannya sendiri, setiap hari, di wajah ibu kita.

Dua hal yang tak akan pernah berubah. Dan mungkin itulah alasan keduanya begitu berharga. *

Sigit Subiantoro

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *