Bunda Indah: Jaga Medsos, Lumajang Nomor Satu Wisatawan Asing Jatim

banner 2560316

TROBOS.CO | Di tengah riuhnya seminar literasi digital, satu kehadiran langsung mengubah suasana ruangan. Bupati Lumajang Bunda Indah Amperawati, M.Si. melangkah masuk dan disambut antusias ratusan peserta yang memadati aula.

Bukan sekadar hadir, Bunda Indah membawa pesan yang tajam dan membumi tentang jari, tentang tanggung jawab, dan tentang betapa besarnya potensi Lumajang yang bisa hancur hanya karena satu unggahan yang ceroboh.

Bunda Indah membuka pesannya dengan sebuah pengakuan sederhana namun berat: media sosial kini telah merajai hampir semua sektor kehidupan. Perdagangan, politik, ekonomi, hingga hubungan sosial semuanya kini bermuara di layar ponsel.

“Oleh karena itu, saya berpesan agar kita semua bijak dalam bermedia sosial,” tegasnya di hadapan peserta yang terdiri dari anggota KIM, pegiat medsos, dan pemuda Karang Taruna se-Kabupaten Lumajang.

Kebijaksanaan yang dimaksud bukan berarti pasif. Justru sebaliknya Bunda Indah mendorong seluruh warga yang mencintai Lumajang untuk aktif menyebarkan kabar baik tentang daerahnya. Ketika narasi positif terus mengalir, informasi buruk dan hoaks akan tenggelam dengan sendirinya.

Untuk membuktikan dahsyatnya kekuatan media sosial, Bunda Indah menceritakan sebuah kisah yang sudah melegenda di kalangan pegiat wisata Lumajang. Suatu hari, artis Luna Maya mengunggah konten di TikTok bukan iklan, bukan endorsement berbayar, hanya kunjungan biasa ke Tumpak Sewu. Hasilnya? Kunjungan wisatawan lokal dari berbagai kabupaten langsung melonjak drastis.

“Tumpak Sewu adalah Niagara-nya Indonesia,” ujar Bunda Indah dengan bangga.

Dan bukan isapan jempol. Lumajang kini menempati peringkat pertama di Jawa Timur untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Ketika konten positif tentang daerah terus disebarkan, dampaknya nyata UKM bergerak, jasa pariwisata hidup, ekonomi lokal tumbuh.

Namun Bunda Indah juga tak lupa mengingatkan sisi gelap dunia digital. Fitnah dan ghibah, kata dia, kini tidak lagi hanya lahir dari mulut. Ia lahir dari jari dari tombol share yang ditekan tanpa pikir panjang, dari komentar yang diketik dalam hitungan detik namun bekasnya bisa bertahan selamanya.

“Berhati-hatilah dengan jari kita. Apa yang kita unggah bisa menjadi dosa yang melekat di internet selamanya,” pesannya.

Sebaliknya, konten baik yang terus disebarkan akan menjelma menjadi wakaf informasi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski pengunggahnya sudah tiada. Dua sisi yang sama-sama abadi, tinggal kita yang memilih.

Sesi bersama Bunda Indah ditutup dengan momen yang hangat dan inklusif foto bersama seluruh peserta, termasuk merangkul teman-teman penyandang disabilitas yang hadir. Tak ketinggalan, jargon seminar pun diteriakkan bersama-sama, penuh semangat:

“Guyub Rame, Jaga Info dari Desa untuk Indonesia, Love Lumajang!”

Lumajang punya Semeru, punya Tumpak Sewu, punya ranu-ranu yang memukau dunia. Yang dibutuhkan sekarang hanyalah warga yang mau bercerita dengan jujur, dengan bangga, dan dengan jari yang dijaga.

(Deka Danny)

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *