TROBOS.CO | Kesenjangan ekonomi bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh satu tangan. Ia butuh banyak tangan yang bergerak bersama dengan arah yang sama.
Jumat (22/5/2026), kesadaran itu diwujudkan dalam sebuah pertemuan penting di Lumajang. BAZNAS, Kementerian Agama (Kemenag), dan 11 Lembaga Amil Zakat (LAZ) daerah Kabupaten Lumajang duduk bersama mendiskusikan dan mencari cara strategis untuk mengangkat perekonomian umat.
Kasi Zakat dan Wakaf (Zawa) Kemenag Lumajang, Umi Sri Wanti, membuka pertemuan dengan seruan yang tegas.
“Kemenag, BAZNAS, dan LAZ harus memiliki tekad bersama dalam mengangkat perekonomian umat, khususnya di Lumajang. Mari kita bersinergi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Kemenag telah menggulirkan program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) sebuah program yang bertujuan mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi dari bawah.
“Baik Kemenag, BAZNAS, maupun LAZ memiliki tujuan yang sama: sama-sama memikirkan kesejahteraan umat,” tegasnya.
Salah satu komisioner BAZNAS Lumajang yang hadir dalam pertemuan itu menegaskan bahwa langkah bersinergi ini sudah sejalan dengan program kerja BAZNAS yang sedang berjalan.
Saat ini, BAZNAS Lumajang tengah aktif melakukan pembinaan dan pendampingan usaha mikro (UMKM) di tingkat desa se-Kabupaten Lumajang. Bukan sekadar menyalurkan bantuan, tapi mendampingi para penerima hingga usaha mereka benar-benar tumbuh.
Dan visi besarnya lebih jauh dari sekadar kemandirian ekonomi.
“Kami berkomitmen, para mustahiq penerima bantuan akan kami bina menjadi munfiq (pemberi infaq dan sedekah), bahkan menjadi muzaki (orang yang berzakat),” terangnya.
Sebuah transformasi yang tidak hanya mengubah kondisi ekonomi seseorang, tapi mengubah posisi dan peran mereka dalam ekosistem zakat secara keseluruhan.
Pertemuan ini tidak berhenti pada diskusi. BAZNAS, Kemenag, dan seluruh LAZ yang hadir sepakat untuk menindaklanjuti kesepahaman ini secara konkret.
“Jika untuk kesejahteraan umat, insya Allah BAZNAS siap bersinergi,” pungkas perwakilan BAZNAS Lumajang.
Satu tekad yang lahir dari satu kesadaran: kemiskinan adalah tanggung jawab bersama — dan mengatasinya pun harus dengan kekuatan bersama. *
Lukman Hakim









