TROBOS.CO | LUMAJANG – Belum genap sebulan sejak dilantik, pengurus baru BAZNAS Lumajang periode 2026–2031 sudah membuktikan bahwa mereka tidak datang sekadar mengisi kursi.
Rabu (20/5/2026) pagi, BAZNAS Lumajang menggelar sosialisasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa sekaligus pendistribusian modal usaha bagi pelaku UMKM di Kecamatan Sumbersuko. Dua agenda besar dalam satu hari dan hasilnya langsung terasa.
Ketua BAZNAS Lumajang, Drs. H. M. Nur Sjahid, MA, membuka acara dengan penjelasan yang langsung ke inti.
“Satu UMKM bakal mendapat bantuan modal Rp2 juta,” ujarnya di hadapan para peserta sosialisasi.
Tapi yang membedakan program ini dari periode sebelumnya bukan hanya besaran bantuannya. Yang berbeda adalah pendekatannya.
Para pelaku UMKM penerima bantuan tidak akan dilepas begitu saja setelah menerima uang. BAZNAS akan melakukan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan mengajarkan cara berdagang yang benar dan bernilai islami.
“Kita ajari mereka cara berdagang yang benar dan islami,” tegas Nur Sjahid.
Inilah yang paling menarik dari program ini sebuah pergeseran cara pandang yang tidak kecil artinya.
BAZNAS tidak ingin para penerima bantuan selamanya menjadi mustahiq pihak yang hanya menerima. Mereka ingin mendorong transformasi: dari mustahiq menjadi munfiq, orang yang ikut bersedekah.
Caranya sederhana tapi bermakna. Setiap UMKM penerima bantuan dititipi kaleng BAZNAS. Dari keuntungan usaha yang mereka raih, mereka diimbau untuk menyisihkan Rp1.000, Rp2.000, atau lebih seikhlasnya ke dalam kaleng itu.
“Bila ada sisa keuntungan, kami himbau agar mau bersedekah ke kaleng BAZNAS yang sudah disiapkan di masing-masing UMKM penerima bantuan modal,” terang Nur Sjahid.
Ekosistem zakat yang berputar dan terus tumbuh itulah yang sedang dibangun.
Camat Sumbersuko, Hj. Luluk Azizah, M.Kes., menyambut program ini dengan antusias. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warganya tidak hanya membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan, tapi juga memberikan edukasi nyata tentang manfaat bersedekah.
“Hari ini saya merasakan kerja sama dengan BAZNAS. BAZNAS banyak membantu,” ujarnya.
Terkait pembentukan UPZ desa di wilayahnya, Sekretaris Camat Sumbersuko Hafid Fuad menegaskan bahwa pihak kecamatan akan menindaklanjuti dengan serius.
“Kita akan mencoba berbicara lagi dengan kepala desa,” ujarnya.
Hasilnya berbicara sendiri. Dari sosialisasi yang berlangsung Rabu pagi itu, terbentuk 8 kepengurusan UPZ desa sekaligus koordinator paguyuban UMKM Kecamatan Sumbersuko semuanya dalam satu hari.
“Alhamdulillah, semua beres,” kata Fitri Andriyani, staf BAZNAS Lumajang, dengan nada lega bercampur bangga.
Pilot project ini menjadi langkah awal dari rencana yang lebih besar sosialisasi UPZ desa dan bantuan modal UMKM yang akan menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang secara bertahap.
Lukman Hakim









