Jujur, Amanah, Tabligh, Fathonah: Teladan Nabi Saw

banner 2560316

TROBOS.CO | Sejarawan Michael H. Hart pernah menulis daftar 100 tokoh paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Dari seratus nama itu, Nabi Muhammad SAW menduduki peringkat pertama, mengungguli tokoh-tokoh besar lain dari berbagai latar belakang dan zaman.

Fakta tersebut, menurut Ustad H. Suharyo AP, SH, menjadi bukti bahwa sosok Nabi Muhammad diakui bukan hanya oleh umatnya, tetapi juga oleh kalangan di luar Islam. Hal ini disampaikannya di hadapan jamaah pengajian Ahad pagi Masjid Ar-Rahmah Pasirian, Ahad (23/8/2026).

banner 300250

Ketua PD Muhammadiyah periode 2010-2022 itu mengajak jamaah untuk berupaya meniru kehebatan Rasulullah SAW, yang menurutnya terletak pada empat sifat utama beliau. Sifat pertama adalah jujur, baik secara vertikal kepada Allah maupun horizontal kepada sesama manusia.

“Kejujurannya diakui kawan dan lawan. Kala lawan mengakui kejujurannya, itu luar biasa,” ujar Suharyo. Ia mencontohkan, dalam catatan tarikh, setiap kali akan terjadi peperangan antara umat Islam dan kaum kafir, banyak orang kafir justru datang lebih dulu ke rumah Nabi dan para sahabat untuk menitipkan barang berharga mereka. Barang itu baru diambil kembali setelah peperangan usai, bukti bahwa kejujuran Nabi dipercaya bahkan oleh musuhnya sendiri.

Sifat kedua adalah amanah, sifat yang membuat Nabi selalu bisa dipercaya. Ucapannya selalu benar, tidak pernah berbohong apalagi berbicara sia-sia. Setiap amanah yang diberikan kepadanya ditunaikan dengan baik, dan setiap janji yang diucapkan selalu ditepati.

“Itulah yang menyebabkan orang lain cinta kepada akhlak Nabi. Nabi sukses dalam berdakwah karena sikap amanahnya yang luar biasa,” tegas Suharyo yang juga menjabat Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Lumajang.

Sifat ketiga, tabligh, berarti menyampaikan sesuatu secara transparan, tanpa ditambah maupun dikurangi. Suharyo mencontohkan sebuah ayat Al-Qur’an yang justru menegur Nabi karena bermuka masam ketika seorang tunanetra datang di tengah forum rapat bersama para tokoh. Meski teguran itu ditujukan langsung kepada beliau, ayat tersebut tetap disampaikan utuh kepada umat Islam tanpa dikurangi sedikit pun.

Sifat keempat adalah fathonah, yaitu kecerdasan. Menurut Suharyo, kecerdasan Nabi mencakup banyak dimensi, mulai dari intelektual, yang diakui keluarbiasaannya bahkan oleh para doktor dan guru besar hingga kini, sampai kecerdasan emosi. Nabi bukan sosok yang temperamental atau gegabah dalam bersikap. Setiap keputusan selalu dipikirkan mendalam, sehingga sikapnya senantiasa diterima banyak pihak.

Kecerdasan Nabi juga tampak dalam pengelolaan ekonomi. Di masa mudanya, Nabi dikenal sebagai pedagang sukses dengan kekayaan melimpah. Namun di usia tuanya, harta itu habis untuk kepentingan dakwah, dan beliau tetap tenang menjalani semuanya. Ditambah lagi dengan kecerdasan performa fisik dan kecerdasan religi yang menyempurnakan keteladanannya.

“Itu sebabnya kita bersyukur memiliki role model yang luar biasa, yaitu pribadi Nabi Muhammad, yang setiap tahun diperingati hari kelahirannya oleh umat Islam,” pungkas Suharyo menutup ceramahnya.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *