Pak Siswanto, Meracik Kopi dan Cerita di Lereng Semeru Lumajang

banner 2560316

TROBOS.CO | Di lereng Gunung Semeru, secangkir kopi tidak sekadar menjadi minuman pengusir kantuk. Ia bisa menjadi teman berbincang, tempat bertukar cerita, sekaligus jeda sejenak untuk menikmati suasana pegunungan.

Di salah satu sudut kawasan lereng Semeru, Pak Siswanto menjalani kesehariannya melalui sebuah warung kopi. Tempatnya tidak seperti kedai kopi di perkotaan. Warung milik pensiunan karyawan Disbun ini punya cerita tersendiri.

banner 300250

Aroma Kopi dan Udara Pegunungan

Aroma kopi yang diseduh bercampur udara pegunungan. Suasana terasa begitu tenang. Para pengunjung bisa duduk santai sambil menikmati secangkir kopi dan memandang alam sekitar lereng Semeru.

Bagi Pak Siswanto, warung kopi bukan sekadar tempat mencari penghasilan. Ada interaksi sosial yang tumbuh di dalamnya. Orang datang membawa cerita, kemudian pulang dengan cerita baru.

Percakapan di warung kopi pun beragam. Mulai dari kabar kampung, pekerjaan, sedikit suasana politik, harga kebutuhan sehari-hari, hingga cerita tentang Gunung Semeru. Semua mengalir begitu saja, ditemani kopi panas yang mengepul dari dalam gelas.

Pak Siswanto (kanan) bersama dua tamu yang berkunjung ke warung kopinya di lereng Semeru, Senduro, Lumajang | Foto: Tim Trobos.co

Ruang Publik Sederhana di Bawah Bayang Semeru

Warung kecil itu menjadi semacam ruang publik sederhana. Ada meja, tetapi tidak ada agenda resmi. Banyak persoalan kehidupan justru dibicarakan dengan santai di sana.

Letaknya di kawasan lereng Semeru juga memberikan suasana yang berbeda. Pegunungan menjadi latar alami. Udara yang sejuk membuat secangkir kopi terasa lebih nikmat.

Di tengah perkembangan kedai kopi dengan berbagai konsep modern, warung Pak Siswanto menunjukkan bahwa kenikmatan kopi tidak selalu ditentukan oleh tempat yang mewah. Kadang, kopi terasa lebih istimewa ketika diminum dalam suasana tenang ditemani obrolan yang hangat.

Pak Siswanto mungkin hanya seorang pemilik warung kopi di lereng gunung. Namun dari tempat itu, ia ikut menjaga tradisi lama: mempertemukan orang, menyediakan ruang untuk berbincang, dan membuat secangkir kopi menjadi alasan untuk berhenti sejenak dari kesibukan.

Di bawah bayang-bayang Semeru, warung kopi itu terus menjadi bagian kecil dari kehidupan masyarakat. Kopinya beraneka jenis dan rasa, serta cerita yang lahir dari sana bisa panjang dan tidak kalah hangat.

Menu Beragam di Tempat Baru

Di tempat barunya, di sebelah barat lapangan, kedai di lereng Semeru ini menyediakan menu yang lebih beragam. Ada berbagai jenis kopi, cokelat, keripik pisang, sop iga, iga bakar, iga goreng, dan nasi pecel. Semua menambah daya tarik.

Konsumen datang dari berbagai kota di Jawa Timur. Mereka menikmati dinginnya suasana yang dipadu dengan minuman panas dan sajian lain yang mengesankan.

Para pengunjung yang datang pun seperti menjadi miniatur Indonesia. Terkadang wisatawan dari berbagai kota datang menikmati aneka minuman dan makanan di warung Pak Sis.

Seiring perkembangan wisata di Kecamatan Senduro, warung Pak Sis semakin prospektif.

Penulis: Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *