Istighotsah Baznas Lumajang, Hidup Seperti Roda Sepeda

banner 2560316

TROBOS.CO | Senin pagi (5/10/2026), suasana keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang diawali dengan istighotsah. Kegiatan tersebut menjadi ruang mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memohon kelancaran dan kesuksesan dalam menjalankan amanah umat.

Usai istighotsah, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan bagi keluarga besar Baznas. Pembinaan tidak hanya menjadi ajang untuk memperkuat kebersamaan, tetapi juga menjadi kesempatan menyegarkan kembali semangat dalam mengelola amanah zakat, infak, dan sedekah.

banner 300250

Tausiyah dalam pembinaan kali ini disampaikan Gus Arif Rahman Hakim SE. Dalam penyampaiannya, ia mengutip sebuah makolah yang menggambarkan perjalanan hidup manusia dengan sederhana namun penuh makna.

Keluarga besar Baznas Lumajang mengikuti istighotsah, Senin (5/10/2026) | Foto: Tim Trobos.co

“Hidup itu seperti roda sepeda. Terkadang diam, kadang bergerak,” ungkapnya.

Menurut Gus Arif, kehidupan memang tidak selalu berjalan dalam garis lurus. Ada saat seseorang berada di atas, tetapi ada pula waktunya harus berada di bawah. Ada masa penuh keberhasilan, namun tidak jarang harus melewati kesulitan dan tantangan.

Namun, yang terpenting bukan sekadar bergerak. Gerakan itu harus memiliki arah. Kehidupan akan menjadi berarti apabila setiap langkah membawa seseorang menuju keadaan yang lebih baik.

“Kalau bergerak, harus mengarah kepada kebaikan,” pesannya.

Ia menggambarkan roda sepeda yang terus berputar. Putaran roda membawa seseorang naik dan turun, tetapi perjalanan tetap harus dikendalikan agar sampai pada tujuan. Begitu pula kehidupan. Pasang surut merupakan bagian dari perjalanan, bukan alasan untuk berhenti.

Bagi keluarga besar Baznas, pesan tersebut terasa relevan. Mengelola zakat bukan pekerjaan sesaat. Ada amanah masyarakat yang harus dijaga, ada mustahik yang membutuhkan perhatian, dan ada harapan agar dana umat benar-benar memberikan manfaat.

Karena itu, gerak Baznas harus terus diarahkan menuju keseimbangan dan kesuksesan. Keseimbangan antara penghimpunan dan pendistribusian, antara profesionalitas dan keikhlasan, serta antara kerja keras dan doa.

Doa bersama dan pembinaan tersebut menjadi pengingat bahwa kerja besar tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan manusia. Ikhtiar perlu berjalan beriringan dengan doa. Sebab, manusia boleh menyusun langkah, tetapi keberhasilan tetap berada dalam genggaman Allah.

Dari istighotsah, tausiyah, dan pembinaan itu, keluarga besar Baznas diharapkan semakin kuat melangkah. Roda pengabdian terus berputar, kadang melewati jalan menanjak, kadang menurun, namun arahnya tetap satu: menghadirkan kemanfaatan bagi umat dan membawa Baznas semakin sukses dalam menjalankan amanah.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *