TROBOS.CO | Gerakan “Lumajang Bersedekah” kini bergulir secara masif di berbagai penjuru Kabupaten Lumajang. Diawali dari Pendopo Kabupaten, gerakan ini kemudian merambah hingga ke pelosok desa, dan hasilnya mulai menunjukkan angka yang signifikan.
Salah satu momentum besarnya terjadi pada acara Lumajang Bersholawat di Stadion Semeru, Ahad (20/9/2026), di mana Lumajang Bersedekah turut diselipkan dalam rangkaian kegiatan. Hasilnya pun cukup menggembirakan.
Dari hasil pengumpulan sedekah tunai, terkumpul dana sebesar Rp6.470.000. Angka tersebut ditambah dengan sedekah melalui QRIS sebesar Rp2.196.000, sehingga total sedekah jariyah yang terkumpul pada acara Lumajang Bersholawat mencapai Rp8.666.000.
“Alhamdulillah, masyarakat Lumajang peduli kepada orang yang membutuhkan. Semoga semua yang ikut menyukseskan acara ini mendapatkan syafaat Rasulullah, diampuni kesalahannya, diberikan kelancaran rezekinya, dijauhkan dari musibah, dan dikabulkan hajatnya fiddunya wal akhirat,” kata Ketua Baznas Kabupaten Lumajang, Drs. KH Nur Sjahid, MA.
Meningkatnya kesadaran berinfak warga Lumajang juga tampak dari semangat mereka mengisi kotak amal ketika kotak sedekah dipasang dalam acara-acara tertentu. Baznas Lumajang bahkan rutin berkeliling memberikan bantuan modal kepada pelaku UMKM di tujuh kecamatan, dengan setiap penerima diminta mengisi kotak amal yang disediakan Baznas sebagai bentuk timbal balik sukarela.
Di setiap kecamatan, hasilnya beragam, mulai dari kisaran Rp300.000 hingga Rp600.000. Setiap dua bulan sekali, petugas Baznas akan datang untuk mengambil isi kotak amal tersebut. Sifatnya sukarela, sehingga tidak mengisi pun tidak menjadi masalah.
Hasilnya ternyata menggembirakan. Salah satu contohnya di Kecamatan Sumbersuko, ketika isi kotak amal diambil setelah dua bulan berjalan, terkumpul dana sebesar Rp1,5 juta dari 20 UMKM yang berpartisipasi.
Kesadaran berinfak akan terus digalakkan di semua lini, dengan harapan masyarakat Lumajang bisa semakin terbiasa, bahkan menjadikannya sebagai fenomena yang terus menggembirakan dari waktu ke waktu.
Hasil penghimpunan infak tersebut nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari membiayai pendidikan anak, kesehatan, pengembangan UMKM, hingga program Lumajang Peduli dan Lumajang Taqwa.
Tim Trobos.co









