Lazismu, PKK, dan Komda PGPKT Kolaborasi Jaga Pendengaran Warga

banner 2560316

TROBOS.CO | Telinga sering baru mendapat perhatian ketika pendengaran mulai terganggu. Padahal, kemampuan mendengar menjadi bagian penting dalam berkomunikasi, belajar, bekerja, hingga berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan.

Persoalan inilah yang coba diangkat bersama oleh Lazismu Lumajang, TP.PKK Kabupaten Lumajang, dan Komite Daerah Percepatan Gerakan Peningkatan Kesehatan Telinga dan Pendengaran (Komda PGPKT) Lumajang. Ketiganya berkolaborasi menggelar Bakti Sosial Bersih-Bersih Telinga dan Screening Pendengaran, yang dijadwalkan berlangsung 26 September 2026 di Gedung Panti PKK Lumajang.

banner 300250

Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung Selasa (15/9/2026). Lebih dari 100 peserta dari unsur TP.PKK Kabupaten, Kecamatan, dan sejumlah desa/kelurahan, serta pengurus Lazismu, akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Bukan sekadar bersih-bersih telinga, kegiatan ini membawa pesan yang lebih sederhana: jangan menunggu pendengaran terganggu untuk mulai peduli terhadap kesehatan telinga.

“Komda PGPKT selama ini terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya kesehatan pendengaran agar terhindar dari ketulian. Termasuk bekerja sama dengan ibu-ibu PKK dan Lazismu kali ini,” ujar dr. Allyah, Sp.THT.

Menurutnya, gangguan pendengaran tidak selalu datang secara tiba-tiba. Dalam banyak kondisi, penurunan kemampuan mendengar dapat berlangsung perlahan sehingga sering tidak disadari. Karena itu, edukasi dan pemeriksaan sejak dini menjadi penting, agar masyarakat mengetahui kondisi pendengarannya dan memahami kebiasaan apa saja yang dapat berisiko terhadap kesehatan telinga.

Di sinilah peran PKK menjadi penting. Kader PKK memiliki kedekatan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Edukasi mengenai kesehatan telinga yang disampaikan kepada kader diharapkan tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi bisa diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungannya masing-masing.

Sementara bagi Lazismu, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat gerakan sosial. Manajer Lazismu Lumajang, Said Romdhom, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milad Lazismu ke-24 yang mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak”.

“Dalam rangka memperingati Milad Lazismu yang ke-24 tahun ini, Lazismu bekerja sama dengan TP.PKK Kabupaten bersama Komda PGPKT untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih telinga dan screening pendengaran, di samping kegiatan-kegiatan lainnya,” ujarnya kepada Trobos.co.

Menurut Said, semangat yang dibangun Lazismu adalah mempertemukan berbagai kekuatan yang ada di masyarakat. Dengan kolaborasi, program tidak hanya menjadi milik satu lembaga, tetapi bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Semangat tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Lazismu untuk memperkenalkan berbagai program yang selama ini dijalankan, di antaranya Tabungan Qurban, Qurbanmu melalui program Rendangmu, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

Kegiatan kesehatan pendengaran ini akhirnya tidak berhenti pada persoalan telinga semata. Ada pesan yang jauh lebih besar di baliknya. Ketika seseorang mampu mendengar dengan baik, ia dapat berkomunikasi dengan lebih nyaman. Anak dapat belajar dengan lebih optimal. Orang tua tetap terhubung dengan keluarga. Dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial tanpa hambatan komunikasi yang tidak perlu.

Karena itu, kesadaran menjaga pendengaran perlu dibangun sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti tidak menggunakan earphone dengan volume berlebihan, menghindari paparan suara keras dalam waktu lama, serta tidak sembarangan memasukkan benda ke dalam telinga, menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan pendengaran.

“Jangan tunggu tidak bisa mendengar baru peduli dengan telinga.” Pesan sederhana inilah yang ingin dibawa melalui kolaborasi Lazismu, TP.PKK, dan Komda PGPKT Lumajang.

Rencananya, kegiatan akan dibuka dan dihadiri Bupati Lumajang Bunda Indah Amperawati, bersama Ketua TP.PKK Kabupaten Lumajang Dewi Yudha Adji. Lebih dari sekadar agenda Milad Lazismu, kegiatan ini menjadi contoh bahwa gerakan sosial bisa dimulai dari persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ketika Lazismu bergerak dengan semangat filantropi, PKK hadir melalui kekuatan keluarga, dan Komda PGPKT membawa edukasi kesehatan, ketiganya bertemu pada satu tujuan: menghadirkan masyarakat Lumajang yang lebih sehat, lebih peduli, dan tetap mampu mendengar dengan baik.

Nugroho Dwi Atmoko/Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *