TROBOS.CO | Sedikitnya 60 mahasiswa dari perguruan tinggi luar maupun dalam kota mendapat beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang. Nilai bantuan yang diterima disesuaikan dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) masing-masing kampus.
Para mahasiswa dikumpulkan di kantor Baznas, Rabu (30/9/2026), untuk mendapat pengarahan langsung dari Ketua Baznas Kabupaten Lumajang, Drs. KH Nur Sjahid, MA.
Nur Sjahid menjelaskan, beasiswa di Baznas memiliki program bertajuk Satu Keluarga Satu Sarjana. Untuk mendapatkan beasiswa ini, calon penerima harus melalui proses seleksi, dengan jangka waktu pendampingan selama empat tahun.
Selain itu, Baznas juga menyediakan beasiswa insidental yang disalurkan setahun sekali. Nur Sjahid mengingatkan, mendapat beasiswa harus disyukuri dengan cara bersemangat dan memberi dampak, misalnya dengan turut menjadi fundraiser bagi Baznas. Mahasiswa penerima beasiswa juga diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban atas dana yang diterima.
Dari mana dana Baznas berasal? Menurutnya, dana ini terkumpul dari zakat, infak, dan sedekah aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), pekerja paruh waktu, serta muzaki lainnya. Total dana yang terkumpul setiap bulan mencapai sekitar Rp540 juta.
Para mahasiswa diingatkan untuk menggunakan dana tersebut sesuai peruntukannya. Ketua Baznas juga berharap laporan pertanggungjawaban dari para penerima beasiswa segera disampaikan.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Lumajang, H. Suharyo AP, SH, memberikan pembekalan kepada para mahasiswa tentang tujuh cara meraih sukses.
Pertama, melakukan muhasabah atau introspeksi diri, agar mengetahui kelebihan dan kekurangan sehingga bisa menyempurnakan kekurangan dan mempertahankan kelebihan diri. Kedua, melakukan muaqobah, yaitu menyalahkan diri sendiri ketika ternyata masih banyak kekurangan yang dialami.
Ketiga, melakukan muhasanah, yakni menyempurnakan kekurangan diri agar bisa move on dari kebiasaan lama yang buruk. Keempat, bersungguh-sungguh dalam studi, membangun relasi, serta memperkaya diri dengan pengalaman dan ilmu pengetahuan.
Kelima, istiqomah atau kontinu dalam menjaga kebaikan yang telah diraih selama ini, termasuk dalam hal belajar. Keenam, senantiasa dekat dengan Allah, yang pada akhirnya memberikan kesuksesan dalam perjuangan. Ketujuh, menyatukan langkah dengan kehendak Allah, sebagai cara mempercepat jalan menuju kesuksesan.
Tim Trobos.co










