TROBOS.CO | Buku tulis yang dipakai sehemat mungkin. Pensil pendek yang masih disimpan. Tas sekolah usang yang tetap dibawa karena belum ada penggantinya. Bagi sebagian keluarga hal seperti itu mungkin sepele, tetapi bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, kebutuhan sekolah yang terlihat sederhana bisa menjadi beban yang tidak ringan.
Dari keprihatinan itulah Yayasan Peduli Anak Bangsa (Y-PAB) Kabupaten Lumajang bergerak. Rabu, 16 September 2026, Y-PAB bersama Baznas Kabupaten Lumajang mulai menyalurkan 1.000 paket perlengkapan sekolah bagi siswa SD dan MI di lima kecamatan.
Penyaluran perdana berlangsung di SD Negeri Wates Wetan 02, Kecamatan Ranuyoso. Sebanyak 60 siswa penerima bantuan hadir bersama 20 orang pendamping, menerima tas, buku, dan perlengkapan belajar yang baru.
Persoalan pendidikan memang tidak selalu selesai dengan membangun gedung sekolah atau menambah ruang kelas. Ada anak yang membutuhkan buku. Ada yang membutuhkan perlengkapan. Ada pula keluarga yang perlu disangga agar anaknya tidak berhenti di tengah jalan.

Karena itu, yang dititipkan Y-PAB lewat paket-paket tersebut bukan sekadar barang. Ada pesan yang ikut diselipkan di dalamnya: teruslah sekolah, jangan menyerah, ada yang peduli dengan masa depanmu.
Gerakan ini tidak berjalan sendirian. Bunda Indah Amperawati, Bupati Lumajang sekaligus Pembina Y-PAB, terus memberikan perhatian terhadap langkah yayasan tersebut. Di sela padatnya agenda pemerintahan, ia masih menyempatkan diri menyapa dan menyerahkan bantuan langsung kepada anak-anak.
Kehadiran semacam itu punya bobotnya sendiri. Anak-anak tidak hanya membutuhkan bantuan dalam bentuk barang, tetapi juga perhatian. Sapaan seorang pemimpin, pesan agar rajin belajar, dorongan untuk terus bersekolah — hal-hal yang tampak sederhana, namun bisa membekas lama dalam ingatan seorang anak.
Bagi Y-PAB, perhatian sang Pembina menjadi penegas bahwa urusan pendidikan tidak boleh berhenti di ruang-ruang rapat. Manfaatnya harus sampai ke tangan masyarakat, dan anak-anak harus tahu ada orang-orang yang peduli terhadap masa depan mereka.
Program ini tidak berhenti di Ranuyoso. Setelah kecamatan tersebut, penyaluran akan menyasar Kecamatan Padang, Pronojiwo, Candipuro, dan Rowokangkung. Khusus Rowokangkung, pembagian direncanakan berbarengan dengan agenda Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu) Bunda Indah, dengan tanggal menyesuaikan jadwal tersebut.
Ketua Y-PAB Lumajang, Rahmaniah, menyebut program ini bagian dari komitmen yayasan memastikan anak-anak tetap mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan.
“Pada tahun ini, YPAB akan mendistribusikan 1.000 paket peralatan sekolah untuk anak-anak SD dan MI di lima kecamatan,” ujar Rahmaniah.
Apakah seribu paket sudah cukup? Tentu belum. Masih ada anak-anak lain di pelosok Lumajang yang membutuhkan uluran serupa. Karena itu Rahmaniah berharap program tersebut terus tumbuh dari tahun ke tahun.
“Kita berharap, setiap tahun jumlah bantuan yang didistribusikan bisa lebih banyak untuk bisa menjangkau siswa-siswa yang membutuhkan,” katanya.
Y-PAB sendiri hadir dengan misi fokus bergerak di bidang pendidikan sekaligus menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam menyukseskan program wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Lumajang. Program 1.000 paket perlengkapan sekolah ini menjadi salah satu wujud paling konkretnya.
Pelajaran yang bisa dipetik sebetulnya sederhana. Peduli terhadap pendidikan tidak harus menunggu kaya, tidak harus punya yayasan, tidak harus membawa program besar. Buku layak pakai bisa diberikan, ilmu bisa dibagikan, rezeki lebih bisa disalurkan, waktu luang bisa diwakafkan sebagai relawan. Bahkan menyemangati satu anak agar tidak berhenti sekolah pun sudah terhitung bagian.
Sebab yang paling berharga dari program ini barangkali bukan nilai rupiah tiap paketnya, melainkan berapa banyak anak yang merasa dirinya diperhatikan. Berapa banyak yang kembali percaya diri untuk belajar. Berapa banyak yang akhirnya berani bermimpi lebih tinggi.
Anak-anak yang hari ini duduk di bangku SD dan MI itu mungkin belum tahu akan menjadi apa kelak. Dan kita pun tidak akan pernah tahu, anak yang mana yang suatu hari membawa perubahan bagi Lumajang. Yang bisa dilakukan hari ini hanyalah memastikan mereka tetap punya kesempatan untuk belajar, bermimpi, dan melangkah — karena ketika seorang anak dibantu agar tetap bersekolah, sesungguhnya yang sedang dijaga adalah masa depan Lumajang itu sendiri.
Tim Trobos.co










