Catatan dari Halal Bihalal Bani Murliyat: Ada Pengusaha, Aktivis Dakwah, dan Pendidikan

banner 2560316

TROBOS.CO | Keluarga Bani Murliyat diajak istikomah meningkatkan ibadah, menjaga kekompakan, serta selalu mendoakan orang tuanya masing-masing.

Hal itu disampaikan H. Suharyo AP , cucu Mbah Murliyat atau putra ke-7 dari 8 bersaudara pasangan almarhum Mukyam dan Muhayatun.

“Kita jaga keluarga masing-masing agar baik dalam ibadah, aktif bidang sosial, dan berkontribusi dalam bidang dakwah,” pinta Suharyo yang juga Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Lumajang.

Dari dua orang (Bani Murliyat), sekarang sudah ada 170 orang. Profesinya beragam. Ada yang berprofesi sebagai guru ASN dan swasta. Keluarga yang lain sebagai pengusaha, tani, dan ada juga yang aktif di bidang dakwah.

“Perlu diingat, apapun profesi dan prestasinya, itu semua ada jasa orang tua kita,” tegasnya.

“Jangan lupakan jasa orang tua kita yang telah mengandung, melahirkan, merawat, dan membesarkan. Kita bisa menjadi orang seperti sekarang karena jasa orang tua kita,” jelasnya.

Maka jangan jadi anak yang pelit doa untuk orang tua kita. Jangan main hitung-hitungan. Mereka dulu bekerja keras untuk anaknya.

Suharyo juga mengajak untuk terus bersyukur karena berkat doa orang tua kita, anak cucu dan keturunannya berguna bagi kehidupan.

Di antaranya, ada yang aktif di organisasi dakwah yang setiap hari terus bergerak tak kenal lelah menebar manfaat. Zainal Abidin, S.Pd. , sebagai Sekretaris PD Muhammadiyah Kabupaten Lumajang.

“Apapun kesibukannya, jangan capek menjadi orang baik,” ujar Suharyo.

Ada juga yang aktif di bidang pendidikan. Prof. Dr. Latipun, M.Kes. , Wakil Rektor Bidang Keuangan Universitas Muhammadiyah Indonesia Bekasi, merupakan keturunan Bani Murliyat.

Ada yang tekun menjadi pengusaha bunga yang berkaliber nasional, yaitu H. Hasan Mustofa Indragiri. Distribusi bunganya cukup luas, hampir seluruh provinsi di Indonesia dilayaninya. Dia mengembangkan bisnisnya melalui dunia maya, baik TikTok, Facebook, Instagram, dan seterusnya.

Ada yang menekuni di pesantren, baik nyantri maupun ikut merintis berdirinya pesantren untuk menyiapkan generasi penerus dakwah di masa yang akan datang. Ada pula yang sibuk melakukan tugas-tugas sosial.

“Semua itu baik, asalkan diniati mencari ridho Allah,” ujarnya.

Keturunan Bani Murliyat tersebar di berbagai tempat. Ada di Pamekasan, Jember, Malang, Yogyakarta, Jakarta, Kalimantan Selatan, Sumatera, dan daerah lain.

Meskipun tempatnya berjauhan, tetapi halal bihalal yang diselenggarakan setiap bulan Syawal selalu mereka hadiri. Tahun ini diadakan di rumah H. Hasan Mustofa Indragiri, Desa Wotgalih, Kecamatan Lumajang.

Sebelumnya, halal bihalal dilaksanakan di Malang, Pamekasan, Kalimantan Selatan, Lumajang, dan Wotgalih. Tahun depan akan dilaksanakan di Kalisat, Jember.

 Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *