Antara Kapan dan Kafan: Renungan yang Perlu Kita Baca Hari Ini

banner 2560316

TROBOS.CO | Ada pertanyaan yang hampir setiap orang pernah bisikkan dalam doanya.

“Ya Allah, kapan?”

Kapan menikah. Kapan punya anak. Kapan rezeki terasa lapang. Kapan doa-doa itu akhirnya dijawab.

Seolah seluruh hidup hanya tentang menunggu — menunggu waktu terbaik yang kita rancang sendiri dalam kepala.

Padahal, ada satu takdir yang tidak pernah kita tanyakan kapan. Tapi ia pasti datang.

Kafan.

Sibuk Menunggu, Lupa Mempersiapkan

Antara kapan dan kafan — jarak keduanya hanya satu huruf. Tapi jarak keduanya dalam kesadaran kita, bisa sangat jauh.

Kita begitu sibuk menunggu “kapan” bahagia datang, hingga lupa bahwa ada waktu yang tidak menunggu kita siap. Tidak menunggu urusan kita selesai. Tidak menunggu doa-doa itu terjawab.

Takdir Allah bukan hanya tentang waktu yang kita tunggu. Tapi juga tentang waktu yang menunggu kita.

Dan kematian — tidak pernah menunda.

Sebuah Pengakuan yang Jujur

Dulu, saya juga sering bertanya hal yang sama.

“Ya Allah, kapan hidup terasa lebih ringan? Kapan doaku dijawab? Kapan takdirku terasa indah?”

Sampai suatu hari, kesadaran itu datang — pelan tapi menghujam. Saya terlalu sibuk menunggu “kapan”, dan hampir lupa bahwa ada takdir lain yang pasti datang tanpa perlu ditanya waktunya.

Kafan.

Bukan untuk menakut-nakuti. Tapi untuk menyadarkan bahwa hidup ini bukan hanya tentang menunggu bahagia — tapi tentang mempersiapkan diri untuk kembali.

Firman Allah yang Mengingatkan

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat itu tidak bertanya “kapan kamu bahagia?” Ia bertanya — apa yang sudah kamu siapkan untuk hari esok yang sesungguhnya?

Yang Lebih Penting dari “Kapan”

Kalau akhir-akhir ini kamu sedang banyak bertanya “kapan” — kapan jodoh datang, kapan rezeki membaik, kapan hidup terasa lebih ringan — mungkin inilah saatnya menggeser pertanyaan itu.

Bukan berarti harapan itu salah. Bukan berarti doa-doa itu tak perlu dipanjatkan.

Tapi ada satu pertanyaan yang jauh lebih menentukan:

Bagaimana aku pulang?

Karena yang lebih penting dari “kapan aku mendapatkan…” adalah kesiapan kita saat waktu itu benar-benar tiba. Sudah sejauh apa perjalanan kita menuju pulang? *

Sigit Subiantoro

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *