TROBOS.CO | Perjalanan menuju Dusun Puncak, Desa Argosari, bukan perjalanan biasa. Satu setengah jam dari pusat Kota Lumajang, jalanan menanjak diapit hamparan kebun kentang dan bawang prei sejauh mata memandang. Semakin ke atas, udara semakin tipis dan di ketinggian 2.889 meter di atas permukaan laut, sebuah dusun kecil berdiri dengan sekitar 55 warga, mayoritas mualaf.
Di sinilah Muslimat Dewan Dakwah Jawa Timur hadir, Ahad, 28 Juni 2026, membawa paket sembako, santunan, dan yang mungkin lebih berharga dari keduanya perhatian.
Bakti sosial kali ini bukan hanya satu lokasi. Dewan Dakwah Lumajang menyebar ke empat titik sekaligus — Masjid Salman Al Farisi sebagai pusat acara, ditambah tiga kecamatan lain: Kunir, Senduro, dan Gucialit. Rangkaian kegiatan meliputi pembagian paket sembako, pengajian, pemeriksaan kesehatan, hingga santunan anak yatim.
Namun dari semua titik itu, Dusun Puncak menjadi yang paling menyita perhatian. Wilayah di kaki Gunung Semeru ini memang sudah lama masuk radar Dewan Dakwah Lumajang sebagai kantong mualaf yang membutuhkan pembinaan berkelanjutan.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ustaz Agung Firmansyah, pengelola sekaligus imam tetap Masjid Jabal Nur. Alumni Pondok Pesantren KISI Mojokerto ini menghidupkan masjid setiap hari mengimami salat lima waktu dan mengisi kajian rutin bagi warga mualaf yang terus belajar mengenal Islam.
Acara santunan dimulai pukul 14.00 WIB dengan Ustaz Agung sebagai pembawa acara. Sambutan dibuka oleh perwakilan Camat Senduro yang diwakili Kepala Desa Argosari, dilanjutkan sambutan Ketua RT setempat, Bapak Slamet, kemudian sambutan dari Dewan Dakwah Lumajang oleh Ustaz Yossie.
Tausiah disampaikan oleh Ustaz Satsari dengan tema nikmat Allah, sebelum acara ditutup dengan doa bersama.
Dari 50 undangan penerima santunan, sekitar 20 orang hadir langsung di Masjid Jabal Nur. Sisanya tidak bisa datang karena berbagai keterbatasan dan Ketua RT Slamet siap mengantarkan santunan langsung ke rumah masing-masing penerima.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen pertemuan yang mungkin jarang terjadi di dusun setinggi ini. Dewan Dakwah Lumajang berharap bantuan ini tidak hanya terasa di perut, tapi juga di hati bahwa warga mualaf di lereng Semeru tidak berjalan sendiri dalam perjalanan keimanan mereka.
Satsari, S.Pd.









