Bersama Kesulitan Ada Kemudahan: Jangan Takut Ditempa

banner 2560316

TROBOS.CO | Hidup itu tidak selalu ramah. Kadang kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi hasilnya belum juga datang. Sudah bekerja keras, masih gagal. Sudah berbuat baik, masih diremehkan. Sudah berjalan lurus, masih saja ada yang mencibir. Begitulah hidup, dan jangan berharap perjalanan menuju sukses akan selalu mulus.

Kalau ingin tumbuh, bersiaplah ditempa. Ada kegagalan yang membuat kita belajar, ada penolakan yang membuat kita memperbaiki diri, ada keterbatasan yang memaksa kita menjadi kreatif. Bahkan ada ejekan yang, kalau kita sikapi dengan benar, justru menjadi bahan bakar untuk bangkit.

banner 300250

Kita memang tidak bisa mengatur mulut orang. Mau berbuat baik, tetap ada yang mencela. Mau bekerja keras, tetap ada yang meremehkan. Mau berubah, tetap ada yang mengingat-ingat masa lalu kita. Dan yang paling penting untuk disadari: omongan mereka bukanlah identitas kita.

Orang boleh mengatakan kita tidak mampu, tetapi mereka tidak menentukan kemampuan kita yang sesungguhnya. Orang boleh mengatakan kita tidak akan berhasil, tetapi mereka tidak memegang masa depan kita. Orang boleh meremehkan kita, tetapi kita tidak perlu ikut-ikutan meremehkan diri sendiri.

Karena itu, tidak perlu menghabiskan hidup untuk menjawab semua omongan orang. Buktikan saja dengan perjalanan. Kalau dibilang tidak bisa, belajar lebih serius. Kalau dibilang tidak mampu, tingkatkan kemampuan. Kalau diremehkan, jangan sibuk marah, jadikan itu alasan untuk bekerja lebih keras.

Tetapi ingat, jangan bangkit hanya untuk membalas mereka. Kalau kesuksesan kita hanya bertujuan membuat orang lain menyesal, berarti hidup kita masih dikendalikan oleh mereka. Bangkitlah untuk dirimu sendiri, berkaryalah untuk kebaikan, dan berhasillah agar hidupmu semakin bermanfaat bagi sesama.

Berpikir positif bukan berarti kita harus berpura-pura bahwa hidup ini mudah. Berpikir positif berarti kita berani berkata: memang sulit, tetapi bukan berarti mustahil; memang gagal, tetapi bukan berarti selesai; memang aku belum mampu, tetapi aku bisa belajar. Itulah mental yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Jangan menjadi manusia yang sedikit-sedikit mengeluh, sedikit gagal lalu menyerah, sedikit dicela lalu patah, sedikit ditolak lalu berhenti, sedikit dibandingkan lalu merasa tidak berharga. Hidup terlalu besar untuk dijalani dengan mental serapuh itu.

Kita harus realistis bahwa hambatan pasti ada, tetapi hambatan tidak selalu berarti jalan harus dihentikan. Kadang hambatan justru sedang membentuk kemampuan yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan. Besi menjadi kuat karena ditempa, otot menjadi kuat karena dilatih, mental menjadi kuat karena menghadapi tekanan, dan manusia menjadi matang karena melewati pengalaman. Maka jangan buru-buru membenci masa sulit, sebab boleh jadi masa sulit itulah yang sedang membentuk versi terbaik dari dirimu.

Allah telah memberikan kepada setiap manusia kelebihan dan potensi yang berbeda-beda. Masalahnya, tidak semua orang mau menggali dan mengembangkannya. Bakat tanpa latihan hanya akan menjadi potensi yang terpendam. Potensi tanpa disiplin hanya menjadi angan-angan. Kesempatan tanpa keberanian hanya akan berubah menjadi penyesalan.

Karena itu, jangan terlalu sibuk bertanya mengapa orang lain lebih hebat. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan dengan kelebihan yang Allah berikan kepada kita. Mungkin kita tidak harus menjadi seperti orang lain, mungkin kita hanya perlu menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri: lebih baik daripada kemarin, lebih kuat daripada sebelumnya, lebih matang setelah mengalami kegagalan, lebih bijak setelah melewati masalah, dan lebih dekat kepada Allah setelah melalui perjalanan yang panjang.

Sebab ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa tinggi kita berhasil naik, tetapi seberapa banyak kita bertumbuh selama perjalanan itu berlangsung. Ada orang yang sukses karena mendapatkan banyak kesempatan, ada pula yang sukses justru karena berkali-kali ditolak. Ada yang berhasil karena sejak awal didukung, ada yang berhasil justru karena pernah diremehkan. Jalan mereka berbeda-beda, tetapi satu hal tetap sama: mereka tidak membiarkan keadaan menentukan akhir cerita hidupnya.

Maka kalau hari ini hidup sedang berat, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Allah sedang menjauhkanmu dari keberhasilan. Bisa jadi Allah sedang menyiapkanmu agar mampu memikul keberhasilan itu kelak.

Al-Qur’an mengingatkan:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥﴾ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٦﴾

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

Bersama kesulitan ada kemudahan bukan berarti hidup akan tanpa kesulitan sama sekali. Tetapi di dalam kesulitan itu sendiri bisa tumbuh kekuatan, pengalaman, keberanian, kedewasaan, dan jalan baru yang sebelumnya tidak pernah kita lihat.

Jadi, jangan takut ditempa. Takutlah justru jika hidup terlalu mudah sampai kita tidak pernah belajar menjadi kuat. Jangan takut gagal, takutlah jika kegagalan membuat kita berhenti belajar. Jangan takut diremehkan, takutlah jika omongan orang membuat kita kehilangan keyakinan terhadap potensi yang Allah berikan. Dan jangan takut berjalan pelan, yang penting jangan berhenti.

Sebab pada akhirnya, hidup bukan tentang membuktikan kepada semua orang bahwa kita hebat. Hidup adalah tentang menemukan apa yang Allah titipkan dalam diri kita, mengembangkannya dengan sungguh-sungguh, lalu menggunakannya untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermanfaat.

Biarkan mereka berbicara, kita terus belajar. Biarkan mereka meragukan, kita terus berusaha. Biarkan mereka meremehkan, kita terus bertumbuh. Dan suatu hari, mungkin kita tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi, sebab hidup kita sendiri yang akan menjadi jawabannya.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *