FKUB Lumajang Perkuat Kerukunan di Tengah Gempuran Medsos

banner 2560316

TROBOS.CO | Pasca pengukuhan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang masa bakti 2026–2031, jajaran pengurus terus melakukan konsolidasi internal sekaligus mematangkan berbagai program kerja. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen FKUB untuk menjaga dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan semakin maraknya penggunaan media sosial, upaya menjaga kerukunan dinilai semakin penting untuk digalakkan. Informasi yang tidak benar, provokasi, maupun isu yang menyentuh persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat dengan cepat menyebar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu semakin bijak dalam menerima, menyaring, dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah terpancing oleh konten yang berpotensi memecah persatuan.

banner 300250
Sejumlah pengurus tampak serius mengikuti jalannya pembahasan | Foto: Dok. Trobos.co

Untuk memperkuat upaya tersebut, FKUB Lumajang dalam waktu dekat akan membentuk Forum Perempuan Kerukunan Umat Beragama (FPKUB) dan Generasi Muda Antarumat Beragama (Gema Utama). Kedua wadah ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi kalangan perempuan dan generasi muda untuk ikut aktif membangun komunikasi, toleransi, dan sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat Lumajang.

Ketua FKUB Lumajang, H. Asir, menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan harus terus dibina melalui komunikasi dan kerja bersama secara berkelanjutan. Karena itu, kepengurusan FKUB diisi oleh orang-orang yang bersedia aktif, mampu bekerja secara kolektif, tidak sektarian, kreatif, adaptif, serta mampu memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan positif tentang kerukunan.

“Kerukunan adalah modal penting bagi masyarakat untuk hidup aman, nyaman, dan produktif. Dengan terbentuknya FPKUB dan Gema Utama, kami berharap pesan kerukunan dapat semakin luas menjangkau masyarakat, khususnya kalangan perempuan dan generasi muda,” ujar H. Asir.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan segera mendorong program seperti kemah moderasi beragama sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan lintas agama di Kabupaten Lumajang.

Nugroho Dwi Atmoko

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *