TROBOS.CO | Tidak butuh waktu lama bagi pengurus baru Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang untuk unjuk gerak. Baru saja dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031, jajaran pengurus langsung tancap gas membangun komunikasi dengan Forkopimda dan organisasi kemasyarakatan keagamaan. Rabu (19/8/2026), giliran Kapolres Lumajang yang mereka sambangi lewat audiensi resmi.
Langkah ini bukan sekadar seremoni perkenalan. Audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi 17 pengurus dari berbagai unsur lintas agama untuk memperkuat sinergi menjaga kondisi kerukunan beragama di Lumajang, yang selama ini dikenal berjalan kondusif.
Ketua FKUB Lumajang, Asir, S.H., M.H., mengingatkan bahwa Lumajang telah mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Moderasi Beragama. Desa Senduro pun didapuk sebagai desa percontohan dari status tersebut, bukan sekadar predikat di atas kertas.
Penguatan moderasi itu, kata Asir, tidak berhenti di level kabupaten. Di tingkat kecamatan, keberadaan Rumah Moderasi Beragama di kantor-kantor KUA menjadi perpanjangan tangan untuk merawat toleransi hingga ke akar rumput.
Namun bagi Asir, capaian-capaian tersebut bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Ia menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang lebih intensif, tidak hanya dengan pemerintah dan aparat keamanan, tapi juga seluruh ormas keagamaan dan elemen masyarakat.
“Langkah awal FKUB saat ini akan menjalin komunikasi dan koordinasi dengan jajaran Forkopimda serta ormas-ormas keagamaan yang ada. Di samping silaturahmi, FKUB juga akan menyampaikan rencana-rencana program yang akan dilakukan agar bisa dilaksanakan dengan dukungan dari semua pihak,” ungkap Asir.
Sambutan hangat datang dari Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. Ia menilai langkah proaktif FKUB ini sebagai sinyal positif yang patut didukung penuh oleh jajarannya.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang selama ini sudah terjalin baik dengan Polres Lumajang perlu terus dirawat dan ditingkatkan. Dengan begitu, potensi persoalan sosial maupun keagamaan bisa dideteksi dan diantisipasi sejak dini, sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Kami senang dan terbuka jika ada saran, masukan, dan informasi dari FKUB untuk menjaga agar Lumajang tetap aman, nyaman, dan damai bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Kapolres.
Audiensi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Sebelum mengakhiri pertemuan, kedua pihak menyempatkan diri berfoto bersama, menandai babak baru sinergi antara FKUB dan jajaran kepolisian Lumajang.
Semangat kolaborasi lintas agama dan lintas sektor inilah yang kini menjadi taruhan FKUB Lumajang ke depan. Bukan hanya menjaga status Kabupaten Moderasi Beragama tetap hidup, tapi memastikan Lumajang terus menjadi ruang bersama yang aman, nyaman, dan harmonis bagi setiap umat beragama, tanpa terkecuali.
Nugroho Dwi Atmoko/Trobos.co









