TROBOS.CO | Sebanyak 15 santri putri PPIC eLKISI berhasil meraih Juara Umum Olimpiade Nahwu Jurumiyyah Tingkat ASEAN 2026 yang diselenggarakan Departemen Pendidikan dan Kebahasaan ITHLA DPW 4. Kompetisi yang dilaksanakan secara daring pada 18 Juli 2026 tersebut diikuti 250 peserta dari berbagai daerah.
Kompetisi menggunakan materi Matan Al-Jurumiyyah dengan 50 soal pilihan ganda. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada 20 Juli 2026, dan hasilnya menempatkan santri putri PPIC eLKISI di puncak klasemen sebagai juara umum.
Ke-15 santri putri PPIC eLKISI berasal dari dua jalur pembinaan, yakni Pesantren Azhari dan Pesantren Kader Ulama. Pesantren Azhari merupakan program dengan kelas perwakilan resmi Al-Azhar Cairo, yang dipersiapkan sebagai jalur akademik santri menuju Universitas Al-Azhar, Kairo. Program ini dipimpin oleh Ustaz Shohib Muttaqin, Lc., M.Pd.I.
Sementara itu, Pesantren Kader Ulama merupakan program khusus dan intensif untuk penguatan kajian kitab-kitab turats, yang dipimpin oleh Ustaz Muhammad Hidayatulloh.
Menurut Ustaz Shohib Muttaqin, Lc., M.Pd.I., penguasaan bahasa Arab tidak hanya penting sebagai kemampuan berbahasa, tetapi juga sebagai instrumen untuk mengakses sumber-sumber keilmuan Islam.
“Bahasa Arab bagi santri bukan hanya bahasa komunikasi, tetapi juga bahasa ilmu. Kompetisi seperti ini menjadi ruang untuk menguji kemampuan akademik sekaligus memotivasi santri untuk terus meningkatkan penguasaan bahasa Arab,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ustaz Muhammad Hidayatulloh, Kepala Pesantren Kader Ulama PPIC eLKISI, memandang penguasaan nahwu sebagai bagian penting dari tradisi keilmuan pesantren.
“Nahwu mengajarkan ketelitian membaca dan ketepatan memahami struktur bahasa. Dalam tradisi keilmuan Islam, kemampuan tersebut menjadi salah satu perangkat penting untuk memasuki khazanah kitab-kitab turats,” jelasnya.
Para santri mendapatkan pembinaan dari Ustazah Alfin Nadhiroh, S.Hum., M.Pd., dan Ustazah Khavivah, M.Hum., yang membimbing mereka secara intensif menjelang kompetisi berlangsung.
Piala Juara Umum kemudian diserahkan pada Ahad (30/8/2026) di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan diterima langsung oleh Ustazah Alfin Nadhiroh, S.Hum., M.Pd., mewakili PPIC eLKISI.
Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa penguatan bahasa Arab di PPIC eLKISI diarahkan tidak hanya pada kemampuan kebahasaan, tetapi juga pada penguatan tradisi akademik dan kemampuan santri dalam mengakses khazanah keilmuan Islam secara lebih mendalam.
Cak Muhid/Trobos.co









