Tapak Suci Ekskul Unggulan MIM Nurul Huda Lumajang

banner 2560316

TROBOS.CO | Seni bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah terus berkembang di lingkungan lembaga pendidikan Muhammadiyah. Bukan sekadar menjadi kegiatan olahraga, Tapak Suci juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, keberanian, sekaligus penanaman akhlak bagi para siswa.

Semangat tersebut juga terlihat di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Nurul Huda, Dusun Bagusari, Desa Jogotrunan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di sekolah ini, Tapak Suci dikembangkan sebagai salah satu ekstrakurikuler unggulan yang mendapat perhatian serius dari sekolah, guru, maupun wali murid.

banner 300250

Latihan bela diri dilakukan bukan semata-mata untuk membekali siswa dengan kemampuan menghadapi situasi yang membutuhkan perlindungan diri. Lebih dari itu, Tapak Suci diarahkan menjadi media pendidikan karakter agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berani, tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab.

Melalui latihan yang teratur, siswa dibiasakan mengikuti aturan, menghargai pelatih, bekerja sama dengan teman, serta memiliki komitmen terhadap proses. Kebiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti di arena latihan, tetapi terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

Pengembangan Tapak Suci di MIM Nurul Huda juga bertujuan mengembangkan kemampuan bela diri sebagai ikhtiar menjaga diri sekaligus membela kebenaran. Prinsip ini menjadi penting agar kemampuan fisik yang dimiliki siswa tidak digunakan secara sembarangan, melainkan disertai pengendalian diri dan akhlak yang baik.

Disiplin menjadi salah satu karakter utama yang terus dibangun melalui kegiatan tersebut. Siswa belajar datang tepat waktu, mengikuti instruksi, menjalani latihan dengan sungguh-sungguh, serta menyelesaikan setiap tahapan latihan dengan penuh tanggung jawab.

Di sisi lain, Tapak Suci juga menjadi ruang untuk menumbuhkan keberanian dan kemandirian. Anak-anak dilatih agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Mereka belajar bahwa keberanian bukan berarti mencari pertengkaran, tetapi mampu bersikap tegas, tenang, dan bertanggung jawab ketika menghadapi persoalan.

Dari sisi kesehatan, kegiatan bela diri ini turut memberikan manfaat bagi kebugaran fisik siswa. Gerakan-gerakan dalam latihan membantu membangun kekuatan, kelincahan, keseimbangan, koordinasi tubuh, serta daya tahan, sekaligus memberi kesempatan anak-anak berolahraga secara teratur dalam suasana yang menyenangkan.

Kepala MIM Nurul Huda, Ustaz Subhan, S.Pd., menyampaikan bahwa target lain dari kegiatan ini adalah melahirkan siswa yang berjiwa tangguh. Ketangguhan tidak hanya diukur dari kemampuan melakukan gerakan bela diri, tetapi juga dari kemampuan menghadapi tantangan, menjaga semangat belajar, menghormati orang lain, dan berani bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.

Yang tidak kalah penting, Tapak Suci di MIM Nurul Huda diarahkan untuk membentuk akhlak siswa. Kemampuan bela diri harus berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian, sehingga siswa diharapkan menjadi anak yang sehat secara lahir sekaligus memiliki kepribadian dan akhlak yang baik.

Perkembangan kegiatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Beberapa kali siswa MIM Nurul Huda tampil dalam berbagai pentas seni bela diri. Penampilan mereka menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan bibit-bibit muda yang memiliki kemampuan dan keberanian tampil di hadapan publik.

Tidak sedikit pula siswa yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan. Anak-anak yang masih mungil dan terlihat polos itu mampu menunjukkan kemampuan ketika berada di arena pertandingan. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan usia bukan penghalang untuk berprestasi jika dibarengi latihan, disiplin, dan pendampingan yang baik.

Bagi sekolah, capaian tersebut bukan sekadar persoalan mendapatkan piala. Prestasi justru menjadi bonus dari proses pendidikan karakter yang dijalani siswa. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak belajar berjuang, menghargai lawan, menerima kemenangan dengan rendah hati, serta menghadapi kekalahan dengan sikap sportif.

Pengembangan Tapak Suci di MIM Nurul Huda juga mendapat dukungan dari para guru dan wali murid. Dukungan tersebut menjadi modal penting agar kegiatan ekstrakurikuler dapat terus berkembang. Sinergi sekolah dan keluarga membuat pembinaan siswa tidak hanya berlangsung di tempat latihan, tetapi juga mendapat penguatan di rumah.

Dengan dukungan bersama, Tapak Suci di MIM Nurul Huda diharapkan semakin berkembang sebagai ekstrakurikuler unggulan. Dari halaman sekolah dan arena latihan, anak-anak tidak hanya belajar jurus dan gerakan bela diri, tetapi juga sedang ditempa menjadi generasi yang sehat, disiplin, berani, tangguh, sportif, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki akhlak yang baik.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *