Kemah HW SMA Muhi di Lereng Merapi: Tanam Jiwa Pemimpin

banner 2560316

TROBOS.CO | Lereng Merapi menjadi saksi bisu sebuah proses yang tidak bisa diajarkan di dalam kelas. Selama tiga hari, 14–16 Mei 2026, sebanyak 431 murid kelas X SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menjalani Perkemahan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qabilah Ash Habul Kahfi di Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Dusun Sidorejo, Nganggring, Girikerto, Turi, Sleman.

Bersama 35 orang pendamping, mereka hidup di bawah langit terbuka belajar hal-hal yang tidak ada di buku teks, tapi sangat nyata dalam kehidupan.

Plt. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., membuka kegiatan dengan pesan yang langsung menetapkan nada.

Hizbul Wathan, kata beliau, bukan sekadar kegiatan baris-berbaris atau perkemahan biasa. Ia adalah wadah pembinaan generasi muda yang sesungguhnya untuk melahirkan kader yang religius, tangguh, disiplin, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

“Tujuan utama kemah Hizbul Wathan adalah membentuk pribadi yang mandiri, mampu bekerja sama, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta cinta terhadap lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Salah satu agenda utama yang langsung menguji peserta sejak hari pertama adalah mendirikan tenda secara mandiri tanpa bantuan dari luar kelompok.

Bukan sekadar soal tiang dan terpal. Di sini, para murid belajar berkomunikasi, menyusun strategi bersama, dan saling membantu agar tenda berdiri dengan baik dan aman. Mereka juga bertanggung jawab penuh atas perlengkapan dan kebersihan area perkemahan masing-masing.

Pengalaman yang sederhana, tapi tidak mudah didapat di dalam ruang kelas.

Suasana perkemahan semakin hidup dengan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membentuk karakter dari berbagai sudut.

Games kelompok mengasah kekompakan, konsentrasi, dan kemampuan memecahkan masalah secara cepat. Pentas seni memberi ruang bagi setiap peserta untuk menampilkan kreativitas dari musik, tari, drama, hingga pertunjukan budaya lainnya. Di sini, murid bukan hanya tampil, tapi juga belajar menghargai kemampuan orang lain.

Kegiatan jelajah alam menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Para peserta menyusuri kawasan sekitar bumi perkemahan sambil menyelesaikan berbagai tantangan yang disiapkan panitia melatih ketahanan fisik, ketajaman keputusan, dan kekuatan kerja sama di medan yang sesungguhnya.

Lomba memasak pun tidak kalah bermakna. Dari kegiatan yang tampak sederhana itu, peserta belajar membagi tugas, mengelola bahan dengan bijak, dan menjaga kekompakan tim dalam tekanan waktu.

Puncak dari nilai kepedulian sosial Hizbul Wathan diwujudkan dalam kegiatan bakti sosial penyerahan sembako kepada masyarakat sekitar bumi perkemahan.

Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah momen penanaman nilai yang paling langsung: bahwa keberadaan seorang murid SMA Muhi di mana pun harus membawa manfaat nyata bagi orang-orang di sekitarnya.

Para siswa diajak memahami bahwa empati bukan hanya perasaan ia harus diwujudkan dalam tindakan.

Melalui seluruh rangkaian kemah ini, SMA Muhi berharap para muridnya tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki karakter kuat, jiwa sosial tinggi, dan semangat kebersamaan yang sejalan dengan nilai-nilai Hizbul Wathan dan Muhammadiyah.

Yusron Ardi Darmawan, M.Pd

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *