Haru di Gerbang Pesantren: Santri Baru eLKISI Berdatangan, Penerimaan Naik 13 Persen

banner 2560316

TROBOS.CO | Minggu pagi, 5 Juli 2026, kawasan asrama Pondok Pesantren eLKISI berubah ramai. Ratusan santri baru berdatangan, masing-masing ditemani keluarga ada yang lima orang, ada yang lebih. Koper dan tas besar memenuhi lorong asrama. Di sela-sela penempatan kamar, air mata ibu tertahan, pelukan terakhir ayah sebelum berbalik pulang, dan senyum canggung sang anak yang mencoba terlihat siap.

Hari pertama di pesantren selalu begitu. Haru yang tidak perlu dijelaskan panjang-panjang.

Bersamaan dengan kedatangan santri, eLKISI menggelar orientasi khusus bagi para wali santri baru. Bukan sekadar formalitas kegiatan ini dirancang untuk menyamakan persepsi antara orang tua dan pengurus pesantren mengenai sistem pendidikan, pola pembinaan, serta peran keluarga dalam mendukung proses pendidikan selama anak berada di pondok.

Pengasuh Pondok Pesantren eLKISI, Dr. KH. Fathur Rohman, menyampaikan pesan yang langsung menyentuh. “Niatkan dengan ikhlas menyerahkan anak di pondok untuk dididik menjadi anak yang shalih, yang kelak mampu menjadi pembela dan penolong agama Allah. Keikhlasan orang tua menjadi bagian penting dalam keberhasilan pendidikan anak,” pesannya di hadapan para wali santri.

Kalimat itu sederhana, tapi berat. Menitipkan anak bukan sekadar urusan administrasi ada niat yang harus diluruskan, ada keikhlasan yang harus dirawat dari rumah.

Di balik suasana yang haru itu, ada kabar yang menggembirakan. Sekretaris Yayasan eLKISI, Dr. Hairul Warizin, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa jumlah santri baru tahun ajaran 2026/2027 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, jumlah santri baru tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu. Ada kenaikan sekitar 13 persen. Ini menjadi amanah sekaligus kepercayaan masyarakat yang akan terus kami jaga dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan di eLKISI,” ujarnya.

Angka 13 persen bukan sekadar statistik. Ia adalah cermin dari kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh dan sekaligus beban tanggung jawab yang ikut bertambah.

Di sudut-sudut asrama, percakapan hangat berlangsung spontan. Para wali santri yang baru saling berkenalan, bertukar nomor telepon, berbagi cerita tentang anak-anak mereka yang kini akan berbagi kamar, berbagi jadwal, dan berbagi kehidupan selama tahun-tahun ke depan.

Komunitas kecil itu terbentuk bukan karena program, melainkan karena situasi yang menyatukan anak-anak mereka kini satu atap, satu pesantren, satu tujuan.

Tahun ajaran 2026/2027 di Pondok Pesantren eLKISI resmi dimulai. Dan dari ratusan santri yang hari ini melangkah masuk ke gerbang pesantren itu, mungkin ada di antara mereka yang kelak akan menjadi pemimpin umat, pendakwah tangguh, atau sekadar manusia yang hidupnya memberi manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Pesantren tidak pernah tahu persis siapa tapi ia menanam, dengan sabar, satu persatu.

Hawari

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *