Prof. Dr. KH. Haedar Nashir: UMM sebagai Pelopor Kemajuan

banner 2560316

TROBOS.CO | Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan tonggak sejarah baru. Pada Rabu, 11 Juni 2026, kampus yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Indonesia ini meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berdiri kokoh di kawasan Rumah Sakit UMM.

Peresmian gedung yang mulai dibangun sejak 2023 ini bukan sekadar seremoni biasa. Kehadiran sejumlah tokoh penting Muhammadiyah, mulai dari Ketua Umum PP Muhammadiyah hingga jajaran pimpinan wilayah se-Jawa Timur, menjadikan momen ini sarat makna bagi masa depan pendidikan tinggi berbasis Islam di Tanah Air.

Gedung yang baru diresmikan ini dirancang khusus untuk menunjang aktivitas perkuliahan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM. Lokasinya yang menyatu dengan kawasan Rumah Sakit UMM memberi keuntungan tersendiri, sebab mahasiswa kini bisa lebih mudah mengakses fasilitas praktik klinis tanpa harus berpindah jauh dari ruang kelas.

Pembangunan gedung ini sendiri telah berjalan sejak tahun 2023, menandakan komitmen jangka panjang UMM dalam memperkuat infrastruktur pendidikan, khususnya di bidang kesehatan yang terus menjadi sorotan nasional.

Acara peresmian dihadiri oleh barisan tokoh Muhammadiyah dari berbagai level kepemimpinan. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si, hadir langsung memimpin prosesi peresmian. Turut mendampingi, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP yang juga menjabat Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Penasihat Presiden untuk urusan haji.

Selain itu, hadir pula Sekretaris PP Muhammadiyah M. Izzul Muslimin, S.IP, Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, serta jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Jawa Timur. Kehadiran para tokoh ini menegaskan posisi UMM sebagai aset strategis Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Haedar Nashir menyampaikan bahwa peresmian gedung ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik. Menurutnya, UMM telah meletakkan dasar kemajuan yang unggul sekaligus menanamkan apa yang ia sebut sebagai the great tradition atau tradisi besar bagi seluruh civitas akademika.

“UMM telah meletakkan dasar kemajuan yang unggul, dan bersamaan dengan itu sebenarnya menanamkan tradisi besar bagi civitas akademika,” ujarnya di hadapan para tamu undangan.

Ia kemudian memaparkan lima karakteristik dari tradisi besar tersebut. Pertama, seseorang harus memiliki visi luas ke depan dalam kondisi apa pun. Kedua, memiliki karakter kuat dan tidak mudah terbawa arus zaman. Ketiga, memiliki cita-cita yang kokoh dan kuat. Keempat, tidak pernah tergoda oleh berbagai bentuk penyimpangan. Dan kelima, selalu menjadi pelopor dalam kemajuan.

Kelima nilai itu, menurut Haedar, bukan sekadar slogan, melainkan fondasi yang harus tertanam dalam diri setiap insan akademik UMM, baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan.

Menutup sambutannya, Haedar Nashir menegaskan bahwa keberadaan kampus dan Rumah Sakit UMM merupakan bukti konkret dari semangat Muhammadiyah berkemajuan dan Islam berkemajuan. Ia menyebut UMM sebagai pelopor kemajuan, bukan hanya bagi internal organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Dengan berucap Bismillahirrahmanirrahim, gedung ini kami resmikan, semoga menjadi gedung yang maslahah dan penuh berkah Allah SWT,” ucap Haedar Nashir, menutup sambutannya dengan doa yang disambut khidmat oleh para tamu undangan.

Dengan berdirinya GKB 5, UMM kini selangkah lebih dekat untuk mewujudkan visinya sebagai kampus yang tak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi rumah bagi nilai-nilai keislaman yang membawa kemajuan bagi umat.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *