Indra Sjafri: Indonesia Butuh Pemain Sepak Bola Berakhlak

banner 2560316

TROBOS.CO | Sebuah momentum bersejarah tercipta di GOR Indoor Futsal PPIC eLKISI Mojokerto, Ahad (10/5/2026). Pesantren Sepak Bola eLKISI resmi dilaunching dan nama-nama besar sepak bola Indonesia hadir menjadi saksinya.

Mantan pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri, legenda sepak bola nasional Muhammad Hanafing dan Evan Dimas, Direktur Teknik Pesantren Sepak Bola eLKISI Coach Joko Susilo, jajaran Kemenag Mojokerto, Dinas Pendidikan, hingga Asprov PSSI Jawa Timur yang diwakili Sekretaris Umum PSSI Jatim Joko Tetuko semuanya hadir. Acara bahkan disiarkan secara live streaming oleh Suara Muslim Surabaya.

Pengasuh PPIC eLKISI sekaligus Ketua ASKAB PSSI Mojokerto, Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I, membuka sambutan dengan rasa syukur yang tulus dan visi yang jelas.

Pesantren Sepak Bola eLKISI, kata beliau, bukan sekadar ingin melahirkan pemain profesional. Yang lebih penting, melahirkan pemain yang mampu berdakwah melalui akhlak dan keteladanan di lapangan maupun di luar lapangan.

Beliau menyebut nama Rusdi Bahalwan sebagai figur ideal seorang pemain dan pelatih yang sekaligus ustadz dan dai, yang berdakwah lewat olahraga.

“Kami berharap dari eLKISI akan lahir Rusdi Bahalwan-Rusdi Bahalwan baru. Pemain yang hebat, profesional, tetapi juga membawa nilai dakwah dan akhlak Islam,” ungkapnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Coach Joko Susilo yang dinilai telah “mewakafkan waktu dan tenaganya” untuk membangun sistem pembinaan sepak bola di eLKISI.

Penandatanganan prasasti wisma atlet oleh coach Indra Sjafri

KH. Fathur Rohman kemudian memanggil Muhammad Hanafing dan Evan Dimas ke atas panggung untuk berbagi pengalaman kepada para santri yang hadir.

Muhammad Hanafing menyebut eLKISI kemungkinan besar menjadi salah satu pesantren pertama di Indonesia yang secara serius mendirikan pesantren sepak bola dengan sistem pembinaan yang benar-benar terintegrasi.

Sementara Evan Dimas menegaskan sesuatu yang sederhana tapi sering dilupakan di lapangan hijau.

“Sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana nilai kejujuran, disiplin, dan sportivitas itu benar-benar hidup di lapangan,” ujarnya.

Sekretaris Umum PSSI Jatim, Joko Tetuko, menyoroti fenomena negatif yang masih menghantui sepak bola modern dari perilaku pemain yang tidak sportif hingga suporter yang merusak stadion.

Dalam konteks itulah, kehadiran Pesantren Sepak Bola eLKISI menjadi harapan segar.

“Kami berharap pesantren sepak bola eLKISI menjadi laboratorium lahirnya pemain bola yang beretika, berakhlak, dan bisa menjadi contoh di tengah masyarakat, sebagaimana figur Ustadz Rusdi Bahalwan,” ujarnya.

Bupati Mojokerto, Gus Barra, hadir dan memberikan apresiasi yang tidak biasa. Ia membawa contoh Mohamed Salah pemain Liverpool yang di tengah tingginya Islamophobia di Inggris, justru berhasil memperlihatkan wajah Islam yang damai, santun, dan menyejukkan hanya melalui perilaku sehari-harinya.

“Sepak bola bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bisa menjadi ladang dakwah secara amaliyah, bukan sekadar qouliyah,” tutur Gus Barra.

Ia berharap eLKISI melahirkan generasi muda yang sehat jasmani sekaligus sehat ruhani.

Puncak acara menjadi milik Indra Sjafri. Dalam pidatonya, Coach Indra mengenang perjalanan kariernya bersama Evan Dimas yang ia sebut sebagai “anak pertama” yang mengantarkannya menuju kesuksesan sebagai pelatih nasional.

Ia mengingatkan kembali bagaimana Indonesia berhasil menorehkan sejarah setelah hampir 22 tahun tidak pernah meraih kemenangan besar di level Piala Asia. Dan ia menegaskan bahwa untuk melanjutkan sejarah itu, Indonesia membutuhkan generasi baru yang tidak hanya kuat secara teknik, tapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kokoh.

“Karena itu saya sangat mengapresiasi berdirinya Pesantren Sepak Bola eLKISI. Bahkan saya sendiri ingin mendirikan pesantren sepak bola serupa di Padang,” ungkapnya disambut tepuk tangan meriah.

Ia juga berharap ke depan semakin banyak pesantren yang mendirikan pesantren sepak bola, bahkan terbentuk Liga Santri nasional secara berkala sebagai wadah pembinaan generasi muda berbasis pesantren.

Launching resmi dilakukan secara simbolis melalui prosesi penekanan tombol di layar videotron oleh KH. Fathur Rohman, Bupati Gus Barra, Indra Sjafri, dan Coach Joko Susilo bersamaan, dalam satu momen yang menandai dimulainya babak baru sepak bola pesantren Indonesia.

Acara ditutup dengan sesi talk show interaktif yang dipandu kru Suara Muslim Surabaya dan disiarkan live streaming kepada masyarakat luas.

Dari lapangan menuju peradaban bukan sekadar slogan. Ini adalah janji. *

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *