TROBOS.CO | LUMAJANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Lumajang mengadakan buka puasa bersama di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM), Ahad (8/3/2026).
Sekitar 70 orang pengurus PDM dan PDA serta pembantu pimpinan hadir pada acara tersebut.
Ketua PDM Kabupaten Lumajang, dr. Halimi Maksum, MMRS. , mengatakan bahwa acara tersebut lebih bertujuan untuk silaturahmi. Ia meminta dalam berorganisasi lebih mengutamakan kebersamaan dan saling support satu dengan yang lain.
“Kalau bisa, kita melihat orang lain sisi positifnya. Jangan melihat kekurangannya,” pinta dr. Halimi Maksum yang juga menjabat sebagai Asisten Sekda Kabupaten Lumajang.
Dalam catatan Trobos.co, perkembangan Muhammadiyah Kabupaten Lumajang cukup signifikan.
Lazismu salah satu contoh lembaga yang terus bergerak menyapa umat dengan berbagai macam program, antara lain:
- Gerak cepat bersama MDMC ikut mengatasi masyarakat terdampak erupsi Semeru
- Gerak cepat lembaga ini mendapat penghargaan dari Bupati Lumajang
Begitu juga dalam bidang ekonomi, penanganan toko yang dikelola Aisyiyah maupun Muhammadiyah berjalan lancar, termasuk SPBU dan koperasi yang ada di lingkungan persyarikatan juga berkembang dengan baik.
Terkait dengan perkembangan pendidikan, cukup memuaskan. Terutama SMK MULU yang selalu sukses dalam berbagai tampilan di tengah masyarakat.
Maka dr. Halimi berharap para pimpinan hendaknya menjaga kekompakan dan kerukunan bersama untuk menghadapi tugas-tugas yang lebih besar ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Bidang Tarjih, Ustad Drs. H. Yusuf Wibisono, M.Si. , menyampaikan tausiyah tentang Fadilah bulan Ramadan.
“Banyak barokah dalam bulan Ramadan,” jelas Ustad Yusuf. Di antaranya dilipatgandakannya pahala ibadah oleh Allah. Ia menyebutnya dengan istilah pahalanya gede alias besar.
“Sangat disayangkan kalau kita tidak memperbanyak ibadah,” jelasnya.
Dengan mengutip pendapat Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, barokah tersebut berupa nikmat di dunia dan akhirat. Nikmat tersebut berubah menjadi sa’adah atau kebahagiaan.
“Maka Rasulullah Saw dalam menunjukkan sikap peduli terhadap fakir miskin bukan hanya teori, tetapi langsung praktik,” jelasnya.
Selain berupa sa’adah, juga ada yang disebut ziadatul fil khair, yaitu meningkatkan ibadah. Dari sikap ini, orang berpuasa akan mendapatkan ampunan atau maghfiroh, jelasnya.
Nugroho dan tim Trobos.co









