Pengaruh Agama Sangat Mengagumkan: Malu, Jujur, dan Amanah

TROBOS.CO | Untuk apa aktif datang ke pengajian, majelis ilmu, dan kegiatan rutin lain? Perhatikan baskom. Setelah diisi air setengah, tambahkan koral, pasir, garam kasar, gula, dan tepung. Meski ada enam benda yang dimasukkan, baskom tetap tidak penuh. Semuanya lebur, saling mengisi dan menguatkan.

Begitulah hati dan otak seseorang. Walau diisi aneka ilmu—tafsir, fikih, tarikh—dan pengetahuan lain, tidak akan penuh. Justru saling menguatkan sehingga tambah kuat dan paripurna.

Jangan merasa sudah banyak ilmu. Sebab otak dan hati tidak pernah penuh. Banyak rongga kosong. Walau ditambah beragam ilmu yang berbeda, tetap bisa masuk.

Termasuk juga amaliah agama. Meski terus berubah, tetap saja semuanya tidak membuat otak dan hati penuh. Justru saling mengisi, saling menguatkan, dan memenuhi ruangan kosong yang ada. Akhirnya membentuk karakter pada diri seseorang.

Beragama juga begitu. Tidak membuat otak penuh. Kata Prof. Dr. Hamka, agama yang kita peluk menumbuhkan tiga hal, yaitu:

  1. Rasa malu
  2. Sikap jujur
  3. Jiwa amanah

Pertama, rasa malu. Kita malu beragama kalau masih suka melanggar. Malu beragama jika tidak banyak beramal. Malu beragama kalau sebatas pengakuan di KTP.

Kedua, buah agama tumbuh sikap jujur, sebagaimana jujurnya Rasulullah. Salah satu sifat mulia beliau adalah sidiq alias jujur. Kejujuran beliau tak diragukan. Bukan hanya kawan yang percaya, lawan pun tidak pernah ragu.

Sering terjadi, sebelum terjadi perang antara umat Islam dengan orang kafir, banyak dari musuh menitipkan barang di rumah nabi. Setelah perang, mereka mengambilnya kembali. Ini saking percayanya.

Jujur itu ada tiga macam:

  • Jujur pada diri sendiri
  • Jujur pada orang lain
  • Jujur paling puncak: kepada Allah

Kalau kita mampu bersikap jujur seperti itu, dunia pun respek kepada kita.

Ketiga, dengan sikap jujur tersebut, orang menaruh percaya (amanah) kepada beliau dan umat Islam.

Alangkah indahnya hidup jika membuahkan rasa malu, jujur, dan amanah. Ketiganya sangat mengagumkan.

Suharyo, penulis pemerhati masalah sepele.

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *