ADI & STID: Ajang Kaderisasi Da’i Dewan Dakwah untuk Wilayah 3T

TROBOS.CO | SURABAYA – Di sela-sela acara sarasehan, Dewan Dakwah Jawa Timur melepas 16 kafilah dakwah Ramadhan ke Nusa Tenggara Timur. Hal ini merupakan bagian dari rangkaian pelepasan kader da’i Dewan Dakwah untuk berdakwah di daerah atau wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) di Indonesia.

Para siswa yang dilepas merupakan kader da’i besutan ADI dan STID Muhammad Natsir.

Apa Itu ADI?

Akademi Dakwah Indonesia (ADI) merupakan lembaga pendidikan kader yang didirikan oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) untuk mencetak da’i multi kompeten, khususnya untuk berdakwah di wilayah pelosok. Fokus kaderisasi da’i yakni pada pendidikan Islam, bahasa Arab, dan ilmu dakwah, dengan cabang di berbagai provinsi seperti Aceh, Lampung, Jawa Barat, DIY, dan Jawa Timur.

Seiring kebutuhan dai yang semakin tinggi, Dewan Dakwah mendirikan kampus-kampus ADI di berbagai daerah. Saat ini, terdapat sekitar 25 kampus ADI yang tersebar di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur, lokasi ADI menyatu dengan Pondok Pesantren eLKISI, Pacet, Mojokerto.

Tujuan dan Kurikulum ADI

Pendidikan kader ADI bertujuan mencetak kader dai yang berwawasan “Wasathiyah” (moderat) yang siap diterjunkan ke masyarakat di pelosok negeri, untuk menjaga aqidah umat dan berdakwah secara terorganisir.

Kurikulum difokuskan pada ilmu syariah, bahasa Arab, dan metode dakwah praktis. Pendidikan kader dilaksanakan selama setahun penuh, dilanjutkan dengan praktek dakwah satu tahun.

Sejarah Berdirinya ADI

ADI didirikan pada 26 Februari 1967 oleh tokoh sentral Dewan Dakwah, Mohammad Natsir, dalam rangka menyebarkan dakwah Islamiyah di Indonesia. ADI lahir dari visi untuk memperkuat dakwah di pedalaman Indonesia melalui pengiriman dai yang dibekali ilmu agama, pendidikan, dan pemberdayaan.

Dalam operasionalisasi pendidikan kader da’i, ADI bekerja sama dengan berbagai lembaga, seperti LAZNAS Dewan Dakwah, untuk beasiswa pendidikan dan operasional dakwah.

Ribuan Alumni ADI Telah Diluluskan

Kampus ADI menjadi pilar strategis Dewan Dakwah dalam mencetak dai muda, sejalan dengan tujuan jangka panjang organisasi untuk membina umat dan merawat keislaman di Indonesia. ADI telah meluluskan ribuan dai. 1.311 alumni tercatat aktif per Juli 2025.

Wisuda dai dilakukan secara rutin pada momen terbaik, seperti bulan Ramadhan. Pada tahun 2025 kemarin, ADI mencatat pelepasan 225 orang alumni. Hingga Ramadhan 1447 H tahun ini, ADI Jatim melepas tugaskan 16 da’i ke NTT dan Mahasantri da’i/da’iyah di berbagai wilayah pelosok Jawa Timur. (Yossie Sudarso / Trobos.co)

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *