TROBOS.CO | Pertemuan itu tidak lama, hanya sekitar satu jam. Tapi bagi pengurus BAZNAS Kabupaten Lumajang, satu jam itu terasa penuh makna dan membawa pulang banyak bekal.
Silaturahmi ke kantor BAZNAS Provinsi Jawa Timur pada Rabu, 29 April 2026, menjadi momen langka yang dinanti. Bukan sekadar kunjungan formal melainkan kesempatan mendapat nasihat langsung dari seorang profesor yang bicara dari hati.
Rombongan BAZNAS Lumajang yang dipimpin Ketua Drs H Nur Syahid disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, KH Prof Dr Ali Maschan Moesa.
Turut mendampingi, dua Wakil Ketua BAZNAS Jatim, KH Masnuh M.Pd dan KH Husnul Khuluq, beserta sejumlah staf.

Sementara dari Lumajang, hadir lengkap jajaran wakil ketua: Ahmad Lukman Hakim SE (Waka I), Suharyo SH (Waka II), Drs Aminuddin (Waka III), dan Arif Rochman Hakim M.PdI (Waka IV).
Seperti seorang ayah yang berbicara kepada anak-anaknya, nasihat Prof Ali Maschan mengalir deras, hangat, dan mencerahkan.
Pesan pertama yang ia tekankan: jadikan tugas sebagai pengurus BAZNAS sebagai ibadah. “Kalau bukan untuk ibadah, capek,” katanya tegas namun penuh senyum.
Dan ibadah yang sejati, lanjutnya, bukan sekadar banyak bekerja melainkan bekerja dengan akhlak yang baik.
Prof Ali Maschan juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antar sesama pengurus. Jangan sampai hal kecil dibesar-besarkan.
“Kalau ada persoalan, bahas bersama. Tidak ada keberhasilan yang diraih sendiri,” tegasnya. Sukses itu milik bersama, begitu pula kegagalan.
Semangat kolektif inilah yang menurutnya menjadi tulang punggung sebuah lembaga yang kuat.
Menarik ketika sang profesor membawa perspektif global ke dalam diskusi. Ia menyebut bahwa para pakar manajemen di negara-negara maju kini semakin sadar: yang terpenting dalam sebuah organisasi bukan programnya, melainkan man behind the gun orangnya.
“Percuma program bagus kalau akhlak pengurusnya buruk. Bisa hancur,” ujarnya lugas.
Hal ini sejalan dengan misi kenabian: Innama buitstul liutammima makarimal akhlak bahwa Nabi SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Pesan lain yang tak kalah penting: sambut setiap tamu dengan baik, termasuk mereka yang datang untuk berkolaborasi atau meminta bantuan.
Sebab di balik setiap tamu hari ini, bisa jadi tersimpan potensi Muzakki di masa depan.
Memperluas jaringan dengan keramahan adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan BAZNAS.
Usai pertemuan, pengurus BAZNAS Lumajang pulang membawa lebih dari sekadar oleh-oleh. Mereka pulang dengan semangat baru, motivasi yang terisi ulang, dan tekad untuk melayani umat dengan lebih baik.()
Penulis: Suharyo AP, pemerhati masalah sepele









