TROBOS.CO | Banyak orang meyakini bahwa sedekah mendatangkan banyak keutamaan. Mulai dari mempermudah datangnya rezeki, memperpanjang umur, hingga mengundang ridho Allah. Berbagai kisah tentang hal ini sudah banyak beredar, baik dari zaman dahulu maupun era sekarang.
Namun bagi Wakil Bupati Lumajang, Yudha Aji Kusuma, kekuatan sedekah bukan sekadar kata orang, apalagi dongeng pengantar tidur. Ia telah merasakannya sendiri, dalam momen yang paling menegangkan dalam hidupnya.
“Saya telah merasakan. Pengaruh sedekah memang hebat,” ujarnya, mengenang sebuah peristiwa yang hingga kini masih membekas di hatinya.
Kisah itu bermula ketika ibunya, Lutfi Sumanti, jatuh sakit akibat terpapar Covid-19. Kondisinya saat itu serius, bahkan seolah tidak ada lagi harapan untuk sembuh. Di tengah situasi genting tersebut, Yudha Aji memutuskan untuk bersedekah kepada anak yatim dan orang-orang yang berhak menerima.
Yang terjadi setelahnya di luar dugaan. “Alhamdulillah, ibu saya malam itu sembuh. Ibu minta makan dan mengaku badannya sehat,” kenangnya. Sebelum bersedekah, ia bahkan tidak berani membayangkan ibunya bisa sembuh. “Saya pasrah,” ucapnya singkat.
Yang membuat kisah ini semakin menyentuh adalah perjuangan Yudha Aji saat ibunya menjalani isolasi. Ia dilarang masuk ke ruang isolasi, apalagi mendampingi langsung sang ibu. Namun ia tetap berupaya berada di sisinya, sedekat mungkin yang bisa ia lakukan.
“Ini pengabdian saya, walau dengan risiko tertular penyakit Covid,” ujarnya mengenang masa-masa sulit tersebut.
Kini, bertahun-tahun setelah peristiwa itu, sang ibu tetap dalam kondisi sehat dan bugar. “Berkat sedekah, ibu saya sehat dan sampai hari ini beliau dalam kondisi segar bugar,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Bagi Yudha Aji, ini adalah bukti nyata bahwa sedekah mendatangkan pertolongan Allah secara langsung.
Yudha Aji juga mengingatkan bahwa kisah-kisah hebat tentang sedekah bukan hanya miliknya sendiri. Salah satu yang paling dikenal adalah kisah seorang anak muda di zaman Nabi Daud AS.
Suatu hari, seorang anak muda bertamu ke rumah Nabi Daud. Setelah anak muda itu pulang, datanglah malaikat Izrail dan bertanya tentang sosoknya. Nabi Daud menjelaskan bahwa pemuda itu adalah tetangganya, dan keesokan paginya akan melangsungkan akad nikah.
Izrail kemudian menyampaikan kabar yang mengejutkan: Allah telah memerintahkan agar nyawa anak muda itu dicabut malam itu juga. Namun keesokan paginya, anak muda tersebut tetap melangsungkan akad nikahnya, dan terus hidup hingga berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun setelahnya.
Suatu ketika, Nabi Daud kembali bertemu malaikat Izrail dan bertanya mengapa anak muda yang seharusnya dicabut nyawanya itu masih hidup hingga kini. Izrail menjawab bahwa pada malam yang sama, Allah memerintahkannya untuk membatalkan rencana tersebut, karena pada malam itu pula sang pemuda bersedekah dalam jumlah besar kepada tetangga dan kerabat dekatnya. Allah ridho kepada anak muda itu dan memerintahkan agar nyawanya tidak dicabut.
Bagi Yudha Aji, kisah ini menjadi pengingat bahwa sedekah memiliki kekuatan yang melampaui logika manusia. “Itu salah satu hebatnya sedekah. Semoga terinspirasi,” pungkasnya.
Suharyo AP









