TROBOS.CO | Ada empat perkara yang semestinya menjadi bahan muhasabah dalam perjalanan hidup seorang mukmin. Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa yang sangat dalam maknanya, doa yang jika direnungkan sungguh-sungguh, bisa menjadi cermin bagi keadaan hati kita hari ini.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa cukup, ilmu yang tidak bermanfaat, dan doa yang tidak didengar.”
Pertama, Hati yang Tidak Khusyuk
Inilah hati yang keras, sulit tersentuh oleh ayat-ayat Allah, tidak mudah menangis karena dosa, dan tidak bergetar ketika nama Allah disebut. Ia mungkin banyak mendengar nasihat, tetapi sedikit yang benar-benar masuk ke dalam hati. Banyak ilmu yang dipelajari, namun tidak membuatnya semakin takut kepada Allah.
Kedua, Jiwa yang Tidak Pernah Merasa Cukup
Bukan berarti kita tidak boleh memiliki cita-cita. Namun, waspadalah ketika keinginan berubah menjadi kerakusan. Sudah memiliki banyak, masih merasa kurang. Sudah mendapatkan nikmat, masih sibuk menghitung milik orang lain. Dunia boleh berada di tangan, tetapi jangan sampai menguasai hati kita.
Ketiga, Ilmu yang Tidak Bermanfaat
Ilmu seharusnya membuat seseorang semakin dekat kepada Allah, semakin rendah hati, semakin baik akhlaknya, dan semakin bermanfaat bagi sesama. Jangan sampai ilmu hanya memenuhi kepala, tetapi tidak mengubah perilaku sedikit pun. Sebab ilmu tanpa amal dapat menjadi hujjah yang justru memberatkan pemiliknya kelak.
Keempat, Doa yang Tidak Didengar
Jangan hanya bertanya, “Mengapa doaku belum dikabulkan?” Tetapi bertanyalah kepada diri sendiri: bagaimana keadaan hatiku, bagaimana makananku, bagaimana usahaku, dan apakah aku masih bergelimang dosa?
Perbaikilah hubungan dengan Allah, perbanyak taubat, dan jangan pernah berhenti berdoa meski jawaban belum tampak.
Empat perkara ini layak menjadi alarm kehidupan: jaga hati, kendalikan nafsu, amalkan ilmu, dan perbaiki doa. Sebab yang paling berbahaya bukan ketika kita kehilangan dunia, melainkan ketika hati kehilangan rasa takut kepada Allah, jiwa kehilangan rasa cukup, ilmu kehilangan keberkahan, dan doa kehilangan keikhlasan.
Semoga Allah membersihkan hati kita, mencukupkan jiwa kita dengan qana’ah, menjadikan ilmu kita bermanfaat, serta mengabulkan doa-doa kita.
اللَّهُمَّ آمِين.
Fathur Rohman




