Semalam Tak Bisa Tidur demi Bupati, Tiga Lansia Kakak Beradik di Tompokersan Akhirnya Disapa Bunda Indah

banner 2560316

TROBOS.CO | Malam sebelum Bupati datang, Tuka tidak bisa memejamkan mata. Perempuan 75 tahun itu mengaku gelisah bukan karena sakit melainkan karena kabar yang ia terima sore hari: besok, Bupati Lumajang akan berkunjung ke rumahnya.

“Semalem saya sampek gak bisa tidur, karena dikabari disambangi Bupati,” kata Tuka kepada Bunda Indah yang mengajaknya berdialog, Senin (6/7/2026) pagi.

Bupati Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Aji Kusuma hadir langsung ke rumah sewa ketiga lansia kakak beradik itu pukul 10.00 WIB. Beberapa kepala OPD, Camat, dan Lurah setempat ikut menyertai datang bersepeda motor, tanpa kesan protokoler yang kaku.

Tuka (75), Karima (70), dan Rasmi (65) tinggal bersama dalam sebuah rumah sewa berukuran kecil di RT 03/RW 28, Kelurahan Tompokersan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka mengandalkan apa yang ada sesekali ngasak ke sawah, sesekali menjual telur ayam kampung peliharaan sendiri.

“Telornya tidak banyak. Yang saya jual ada 8, kadang 10 butir,” terang Tuka saat ditanya tentang penghasilannya.

Menyaksikan langsung keterbatasan itu, Bunda Indah tak berlama-lama. Ia langsung menawarkan fasilitas pemerintah yang sudah tersedia asrama Jumpo, tempat tinggal layak yang disediakan untuk warga lansia yang membutuhkan.

“Mau ya kalau dipindah ke sana,” kata Bunda Indah dengan nada penuh harap.

Ketiganya kompak menolak. Bunda Indah pun mencoba meyakinkan dengan menjelaskan fasilitas secara detail. “Di sana itu enak. Kasurnya empuk, makanannya terjamin, rumahnya bagus dan tidak nyewa. Mau ya,” ulangnya.

Tapi pendirian ketiganya tidak berubah. Menghormati keputusan itu, Bunda Indah langsung beralih ke solusi lain. “Kalau begitu, tolong kebutuhan mereka dipenuhi. Dipasangkan air PDAM juga,” tegasnya kepada para pejabat yang hadir.

Di sela kunjungan itu, muncul fakta yang menghangatkan suasana. Ketiga lansia kakak beradik tersebut ternyata bukan wajah baru bagi BAZNAS Lumajang mereka sudah menjadi mustahik rutin selama lebih dari dua tahun.

“Jadi ketiganya merupakan dhuafa yang kita santuni tiap bulan,” kata Fauzi, Amil BAZNAS Kabupaten Lumajang.

Kunjungan Bupati dan Wakil Bupati hari itu mungkin hanya berlangsung sekitar satu jam. Tapi bagi Tuka, Karima, dan Rasmi, ia sudah cukup untuk dikenang bahkan sudah membuat salah satunya tidak bisa tidur semalaman.

Lukman Hakim

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *