TROBOS.CO | Ratusan warga memadati lokasi bakti sosial screening dan bersih-bersih telinga yang digelar BAZNAS Lumajang, Sabtu, 20 Juni 2026. Antusiasme tidak terbendung dari peserta yang mendaftar online hingga warga yang datang mendadak tanpa registrasi sebelumnya.
Kegiatan ini digelar atas kerja sama BAZNAS Lumajang dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (Perhati) dan Himpunan Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Komda Lumajang. Hasilnya: meriah, penuh sesak, dan jauh melampaui ekspektasi.
Yang menarik, warga tidak hanya hadir lalu pulang. Mereka bertahan mengikuti seluruh rangkaian acara — mulai dari sesi edukasi perawatan telinga, bersih-bersih telinga, hingga screening pendengaran. Sebuah pemandangan yang tidak selalu mudah diwujudkan dalam kegiatan baksos.
“Kami tidak mau beranjak, acaranya asyik dan menyenangkan,” ujar Fatoni, salah satu peserta, sumringah.
Keseruan itu rupanya memang dirasakan banyak orang. Kombinasi antara layanan kesehatan yang praktis dan suasana yang tidak kaku membuat warga justru menikmati setiap sesinya.
Kehadiran Wakil Bupati Lumajang, Yudha Aji Kusuma, menjadi kejutan tersendiri bagi para peserta. Ia tiba bukan dengan kendaraan dinas, melainkan mengendarai motor vespa didampingi beberapa ajudan yang juga menggunakan motor.
Alasannya sederhana tapi berkesan. “Saat ini Lumajang sedang efisiensi anggaran, pejabat harus memberikan contoh,” tegasnya saat ditanya soal pilihannya itu.
Gaya Wabub yang hangat dan tidak berjarak langsung menarik perhatian peserta. Tak sedikit yang berebut mengajak foto bersama. Salah satunya Ida, peserta perempuan yang tidak sungkan mengungkapkan kekagumannya. “Pak Wabub orangnya cool, sopan, dan ganteng,” katanya sambil tersenyum.
Kehadiran Wabub Yudha hari itu bukan sekadar simbol dukungan pemerintah terhadap program BAZNAS Lumajang ia hadir, menyatu, dan ikut merayakan kegembiraan warga.
Wabub juga menyampaikan bahwa Bupati Lumajang sebenarnya berencana hadir. Namun, ada agenda mendadak berupa rapat zoom bersama kementerian yang tidak bisa ditinggalkan.
Ketua BAZNAS Lumajang, Drs. Nursahid, M.A., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan serius.
“Saya bangga acaranya berjalan lancar dan baik,” katanya.
Baksos screening telinga ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga zakat, organisasi profesi kesehatan, dan pemerintah daerah bisa menghasilkan sesuatu yang konkret layanan nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Bukan sekadar program di atas kertas.
Lukman Hakim









