TROBOS.CO | Di depan gang sempit, sejumlah perangkat desa dan staf Kantor Kecamatan Klakah, Lumajang, menanti kedatangan tamu. Tamu yang ditunggu adalah tim Baznas dan tim Sai yang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penggunaan dana bantuan Baznas untuk renovasi rumah.
Rumah kecil itu di ujung gang buntu, tepatnya di Desa Mlawang, depan warung Pak Jenggot, Klakah, Lumajang, Jawa Timur. Di rumah tersebut hidup sepasang suami istri dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Mereka sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan pihak lain.
Suami, tulang punggung keluarga, Pak Paiman (65 tahun) , tidak bisa bergerak karena stroke. Sehari-hari ia hanya bisa duduk di atas kursi, tidak bisa berjalan.
“Suami saya sudah dua tahun stroke,” kata Mina, istrinya.
Mereka tidak dikaruniai anak. “Saya ambil anak angkat, tapi sekarang ada di Malang,” jelasnya.
Sebelum menikahi Bu Mina, Pak Paiman pernah menikah. Dari pernikahan pertama itu, ia memiliki tiga anak.
Mendengar penjelasan tersebut, tim Baznas Lumajang dan tim Sai tertarik mendengarkan. Satu per satu bertanya, mendalami informasi yang disampaikan Bu Mina.
Bu Mina mengaku sehari-hari sibuk menjadi tukang cuci pakaian. Hal itu dilakukan untuk mencari penghasilan guna menopang kebutuhan keluarga.
“Dalam sehari bisa mendapat upah antara Rp20.000 sampai Rp30.000. Hal itu harus saya lakukan karena tidak ada pekerjaan lain,” ujarnya.
Jangankan untuk memenuhi kebutuhan yang macam-macam, untuk membeli pampers suaminya saja kadang-kadang tidak punya uang.
Maka ia pun berupaya mencari terobosan agar mendapat uluran tangan dari berbagai pihak. Di antaranya mengajukan permohonan kepada Baznas Lumajang.
Akhirnya, setelah disurvei, dinyatakan layak dan mendapat bantuan dana renovasi rumah senilai Rp15 juta. “Saya sangat senang, Pak, dibantu Baznas,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Lain di Klakah, lain pula di Kedungjajang. Rumah Ibu Sucik yang memprihatinkan itu kini berubah menjadi rumah layak huni setelah direnovasi oleh Baznas.
Ibu tiga anak tersebut mengaku sangat senang setelah rumahnya selesai direnovasi. Suaminya bekerja di Banyuwangi, sementara untuk menopang ekonomi keluarga, ia berjualan makanan ringan di depan rumahnya.
Hal serupa dirasakan oleh Ibu Hindun dari Dusun Bagusari, Kelurahan Jokotrunan, Lumajang. “Saya bisa bernapas lega karena rumahnya sudah tidak bocor lagi,” ujarnya. Atap rumah dibongkar, reng dan usuknya diganti kayu sehingga kondisinya lebih kokoh.
Tim Trobos.co









