Kisah Bu Camat Sumbersuko: Setelah Sedekah Emas, Rezeki Mengalir Tanpa Henti

banner 2560316

TROBOS.CO | Masih ragukah kita terhadap janji Allah?

Di hadapan para pengurus UPZ dan 24 pelaku UMKM yang berkumpul di Aula Kecamatan Sumbersuko, Rabu (20/5/2026), Camat Sumbersuko Hj. Luluk Azizah, SKM, M.Kes menyampaikan sebuah kisah pribadi. Kisah yang membuat MC dari BAZNAS, M. Aqif, mengaku tidak kuasa menahan haru.

Ini bukan ceramah. Ini adalah kesaksian hidup.

Setelah suaminya wafat, Luluk berada di titik yang paling berat dalam hidupnya. Sebagai ibu tunggal yang menanggung tiga anak, pikirannya buntu. Langkahnya tidak tahu arah.

“Pikiran saya judeg. Tidak tahu harus berbuat apa. Dalam kondisi kesendirian, pikiran panik, tidak tahu ke mana kaki melangkah. Beban cukup berat,” kenangnya.

Di tengah kebingungan itu, ia mengambil sebuah keputusan yang mungkin terlihat tidak masuk akal bagi sebagian orang. Tanpa berpikir panjang, ia menyerahkan emas 13 gram miliknya kepada BAZNAS.

Ia sedekahkan. Begitu saja.

Yang terjadi setelahnya membuat Luluk sendiri bertanya-tanya.

“Apa semua itu karena pengaruh sedekah emas itu ya?” kenangnya, setengah tidak percaya.

Tak lama setelah bersedekah, muncul lowongan menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari Kementerian Kesehatan. Luluk mendaftar. Ikut tes.

Ia lulus.

Dan bukan hanya sekali. Luluk menjadi petugas haji secara berturut-turut hingga tiga kali. Di tahun yang sama, ia juga menyelesaikan studi S-2 di Universitas Airlangga. Anaknya yang kuliah di kampus yang sama pun berjalan lancar.

“Alhamdulillah… saya tidak tahu kok tiba-tiba rezeki terus mengalir,” ujarnya dengan nada penuh syukur.

Ia bahkan pernah menolak tawaran menjadi petugas haji di tahun tertentu karena merasa tidak enak terlalu sering pergi.

“Masak dalam tiga kali berturut-turut terus bertugas di luar negeri? Kan tidak enak,” ujarnya sambil tersenyum.

Perjalanan karier Luluk terus mengalir BKKBN, Dinas Infokom, hingga akhirnya dipercaya menjadi Camat Sumbersuko. Sebuah jabatan yang ia emban dengan penuh rasa syukur hingga hari ini.

Dan ia yakin, semua itu bukan kebetulan.

Di penghujung kisahnya, Luluk tidak menyimpan pengalaman itu untuk dirinya sendiri. Ia membagikannya sebagai undangan kepada para pelaku UMKM Sumbersuko yang hadir hari itu.

“Yakinlah, dengan bersedekah dimudahkan rezekinya oleh Allah,” ujarnya berpesan.

Ini bukan teori. Bukan mimpi. Ini adalah hidup seorang perempuan yang pernah berdiri di titik paling gelap lalu memilih untuk memberi. Dan Allah membalas dengan cara yang jauh melampaui semua yang pernah ia bayangkan.*

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *