Siswi Menangis Memeluk Bunda Indah di Pesantren An Nur Hikmah Tempeh

banner 2560316

TROBOS.CO | Agenda Setor Madu (Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu) Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati terus bergulir. Selasa (19/5/2026), giliran Kecamatan Tempeh yang dikunjungi Bunda Indah.

Salah satu titik kunjungan hari itu adalah Pondok Pesantren An Nur Hikmah 02 Istana Al-Qur’an Berbasis Asrama, Desa Sumberjati sebuah pesantren yang berdiri sejak 2013 dan kini menampung 271 santri.

Sepatu Bolong yang Tak Luput dari Perhatian

Agenda utama kunjungan ini adalah penyerahan sepatu kepada para siswa MI setempat. Bunda Indah memasangkan sepatu langsung ke kaki salah seorang siswa dan di situlah ia menemukan sesuatu.

Sepatu yang dikenakan anak itu ternyata berlubang.

“Ini besok jangan dipakai ya, ganti yang baru,” kata Bunda Indah lembut, sambil mengusap kepala sang anak.

Pengurus BAZNAS Lumajang, diwakili Wakil Ketua II Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Suharyo AP, SH, juga turut menyerahkan dan memasangkan 20 pasang sepatu baru kepada para siswa. Setiap anak yang menerima ditanya perasaannya dan jawabannya selalu sama: sangat senang.

Dua Anak Yatim yang Tidak Terdaftar, tapi Tidak Dilupakan

Ketika proses pembagian sepatu hampir selesai, dua bocah laki-laki tiba-tiba muncul dari arah halaman. Mereka mengaku yatim dan ingin ikut menerima bantuan.

Bunda Indah tidak langsung beranjak. Ia menoleh ke dua anak itu.

“Kamu mau saya bantu sepatu?”

“Saya mau,” jawab mereka.

Dua pasang sepatu pun disiapkan. Tidak ada yang pulang dengan tangan kosong.

Kejutan dari Dalam Mobil

Bunda Indah sudah naik ke dalam mobil, siap melanjutkan agenda. Tapi tiba-tiba ia turun kembali.

Ia berjalan menuju para siswa yang masih berdiri di halaman sekolah, meminta mereka berbaris — lalu satu per satu, setiap anak mendapat uang Rp5.000 dari tangannya sendiri.

Di pintu keluar, barisan anak-anak TK sudah menunggu sejak tadi. Bunda Indah tidak sampai hati melewati mereka begitu saja. Setiap anak TK pun mendapat Rp5.000 yang sama.

Pelukan yang Membuat Semua Orang Terdiam

Di tengah momen pemberian uang itu, seorang siswi tiba-tiba melangkah maju dan langsung memeluk Bunda Indah erat, dengan air mata yang mengalir deras.

Suasana halaman pesantren seketika hening.

Menurut gurunya, siswi itu mengaku begitu bangga dan bersyukur atas kehadiran Bunda Indah di sekolah mereka — perasaan yang rupanya sudah ia tahan sejak tadi, sampai akhirnya tidak bisa ditahan lagi.

Bunda Indah membalas pelukan itu dengan sepenuh hati.

“Yang semangat belajarnya ya,” pesannya pelan sebelum akhirnya benar-benar berpamitan.

Kepala Sekolah Ustaz Hasan Basri yang mendampingi kunjungan itu mengaku bangga. Sejak ia menjabat kepala sekolah saat pesantren berdiri pada 2013, baru kali ini pesantren mereka mendapat kunjungan langsung dari Bupati.

Tim Trobos.co

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *